Maklumi Sikap Andi Arief, Ferdinand Hutahaean: Kita Semua Kecewa, kalau Dibilang Marah Ya Marah

476
Ketua Divisi Komunikasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapan terkait isu mahar politik yang dilontarkan Andi Arief.

Diketahui sebelumnya, isu ini dihembuskan oleh Wasekjen Demokrat, Andi Arief lantaran kecewa dengan pilihan Prabowo Subianto dalam menentukan cawapresnya.

Bahkan, Andi Arief melalui akun Twitternya, menuding Sandiaga Uno telah memberikan mahar politik ke PAN dan PKS serta menyebut Prabowo dengan istilah ‘Jenderal Kardus’.

Terkait hal itu, Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapannya melalui program Mata Najwa, Trans7, Rabu (15/8/2018).

Awalnya, Ferdinand menjelaskan kronologi detik-detik akhir penentuan cawapres Prabowo, Kamis (9/8/2018) malam.

“Malam itu sekitar jam 20.00, Pak Prabowo datang ke Kuningan, saya ada disana mendampingi Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), tetapi memang pembicaraan tertutup di dalam,” ungkap Ferdinand.

“Pak Prabowo kemudian membawa nama calon alternatif bang Sandi Uno. Kemudian kita mencoba menawarkan solusi lain. Karena kita melihat awalnya bahwa elektabilitas Sandi Uno kan belum terpotret di lembaga survei, ada, tapi kecil sekali,” imbuh dia.

Ferdinand mengungkapkan jika kemudian SBY menawarkan nama alternatif lain, diantaranya seperti Mahfud MD, hingga Anies Baswedan.

“Pada ujungnya tidak ketemu juga, akhirnya Pak Prabowo pulang ke Kertanegara menyertakan ‘akan mendiskusikan di Kertanegara dan nanti saya akan kembali ke sini (Kuningan)’. Proses kemudian berlanjut tetapi tidak kembali, bahkan ada deklarasi,” jelas Ferdinand.

Atas hal tersebut, Ferdinand memahami sikap Andi Arief yang kemudian memberikan cuitan di akun Twitter.

“Saya menjadi memahami dan memaklumi sikap sahabat saya, Andi Arief, sebagai sesama kader memang kecewa, semua kita pada saat itu kecewa, kalau dibilang marah ya marah,” tegas Ferdinand.

“Tetapi memang berbeda cara mengekspresikan kekecewaan dan kemarahan,” ujar dia menambahkan.

Menurutnya, Andi Arief adalah sosok yang telah berjuang untuk membentuk koalisi.

“Memang rasa kecewa, karena Andi Arief ini adalah salah satu sosok yang juga terlibat meramu koalisi ini dari nol, menjadi sebuah koalisi yang terbangun,” tandas dia.

 

Diketahui, hubungan antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra memanas jelang tenggat waktu pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Jumat (10/8/2018).

Hal ini disebabkan oleh nama Sandiaga Uno yang tiba-tiba masuk dalam bursa cawapres Prabowo hingga memancing reaksi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo sebagai ‘jenderal kardus’.

Keputusan Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 ini sempat membuat Partai Demokrat membatalkan koalisi dan mengadakan pertemuan darurat pada Jumat (10/8/2018) pagi untuk menentukan sikap selanjutnya.

Sementara baru-baru ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief memberi perumpamaan bahwa Demokrat ibarat istri setia jika meneruskan koalisi dengan Prabowo Subianto.

Andi mengumpamakan Demokrat layaknya istri setia yang meneruskan bahtera rumah tangga dengan kondisi baru menikah, sedangkan suami tertangkap selingkuh diam-diam dan memiliki istri muda yang mata duitan.

@AndiArief__: “Meneruskan koalisi dengan Ptabowo ini bagi Demokrat Ibarat Istri setia meneruskan bahtera rumah tangga dimana suami yang baru menikah tertangkap selingkuh dan diam-diam punya istri muda yg mata duitan.”

@AndiArief__: “Gerakan #2019GantiPresiden bukan untuk mengganti Ptesiden, tapi itu hanya taktik dua istri muda untuk menaikkan uang belanja. Rakyat dimobilisasi, elitenya bagi-bagi uang.”

Capture postingan Andi Arief di Twitter
Capture postingan Andi Arief di Twitter (Twitter @AndiArief__)

(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

.tribunnews.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.