Makin Kentara, Ketimbang Ijima Ulama III, Demokrat Mending Dukung Multaqo Ulama

600

JAKARTA – Partai Demokrat terus menunjukkan gelagat perubahan sikap pasca Pilpres 2019. Puncaknya, terjadi saat Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Hal itu disusul pernyataan sejumlah elit partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ‘melunak’ terhadap Jokowi-Ma’ruf.

Sebaliknya, pernyataan keras pun ditujukan kepada Prabowo-Sandi yang notabene adalah capres-cawapres yang ikut diusung Demokrat.

Terbaru, yakni sikap Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Ia mengaku mendukung rekomendasi yang dikeluarkan Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim untuk Kemaslahatan Umat beberapa waktu lalu.

Anak buah SBY itu menilai, keputusan dan rekomendasi yang ditelurkan Multaqo Ulama yang diinisiasi tokoh-tokoh besar seperti KH Maemun Zubair, Maulana Habib Lutfi bin Yahya dan Abuya Muhtadi sangatlah tepat.

Terlebih di tengah kondisi politik yang kian memanas dan jelang penetapan hasil suara Pemilu 2019 dan Pilpres 2019.

“Seruan multaqo silaturahmi selama Ramadan adalah seruan yang baik,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/5/2019).

Ferdinand menuturkan, sedari dulu, setiap insan anak bangsa selalu diajarkan untuk menjadikan silaturahmi sebagai bagian penting dari menjalani kehidupan.

“Secara pribadi, sebagai politisi dan kader Partai Demokrat, saya sepakat dan setuju dengan Multaqo Ulama yang menempatkan dan menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan mengajak silaturahmi,” bebernya.

Untuk diketahui, Multaqo Ulama yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (3/5) kemarin menghasilkan delapan rekomendasi.

Diantaranya, menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan Alim Ulama bahwa bentuk bangunan yang sejalan dengan Islam di bumi Indonesia yang rahmatan lil alamin di indonesia, dan pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

Mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain.

Dari pada menonjolkan perbedaan yang kontraproduktif selama dan sesudah ramadhan sehingga mampu menjalankan ibadah secara khusyu dan penuh berkah.

Umat juga diajak untuk menghindari dan menangkal aksi provokasi dan kekerasan dari pihak yang tidak bertanggunjwab selama dan setelah bulan suci Ramadan.

Selain mengganggu, dapat juga menghilangkan pahala puasa di bulan Ramadan.

Ulama yang hadir dalam Multaqo itu diantaranya, Ketum PBNU Said Aqil Siradj, KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi Bin Yahya.

Hadir pula Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, dan Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril.

Di sisi lain, Ijtima Ulama III dinilai publik sangat kentara membawa misi politik dimana forum tersebut diisi tokoh-tokoh pendukung Prabowo-Sandi.

Bahkan, forum itu juga mendesak penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan alasan banyak melakukan pecurangan.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...