Mahfud MD Tegaskan Dirinya Ahli Tauhid, Ungkap Selalu Kumandangkan Azan Tauhid saat Anak Lahir

180

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD menegaskan dirinya ahli Tauhid.

Hal itu ditegaskan Mahfud MD saat menjadi narasumber di acara ‘iNews Sore’ unggahan channel Youtube, Official iNews, Selasa (13/8/2019).

Mahfud MD mangatakan dirinya merupakan Ahli Tauhid.

Mahfud MD membeberkan, ia bahkan selalu mengumandangkan azan Tauhid ketika ketiga anaknya lahir.

“Wong saya ini ahli Tauhid, anak saya itu tiga orang saya azani dengan kalimat Tauhid,” ujar Mahfud MD.

Tak hanya saat baru dilahirkan, Mahfud MD juga menceritakan dirinya sering membisikkan kalimat Tauhid pada anak-anaknya.

“Begitu dilahirkan, tiga bulan umurnya masih ubun-ubunnya masih lembut, setiap hari saya bisiki kalimat Tauhid La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, saya bacakan shalawat Nariyah,” sambung dia.

Hal itu diceritakan Mahfud MD menyusul tudingan yang menyebut dirinya telah mengaitkan bendera Tauhid dengan radikalisme.

Kendati demikian, ia tidak merasa terganggu dengan tudingan tersebut.

Mahfud MD hanya ingin memberikan klatifikasi.

“Ndak juga, enggak, tapi saya harus mengklarifikasi.”

“Dan harus menantang orang yang membikin hoaks,” tegas Mahfud MD.

Mahfud MD mengungkapkan, tudingan soal dirinya mengaitkan bendera Tauhid dengan radikalisme berasal dari segelintir pengikutnya di Twitter.

“Saya punya follower 2 juta 950, itu yang berkomentar kayak gitu, yang memancing-mancing seakan-akan saya anti kalimat Tauhid itu kan paling 10 orang-20 orang dengan follower yang paling 15 orang, ada yang 0,” ujar Mahfud MD.

Menurutnya, sebagian besar pengikutnya sudah paham bahwa dirinya tak mengaitkan bendera Tauhid dengan radikalisme.

“Tetapi sebagian besar itu menerima dan setuju.”

“Bagaimana saya tahu? Kan kalau Anda punya Twitter ada cara membuka aktifitas Twitter, di situ diketahui berapa orang yang suka, berapa orang yang kritik, berapa ratus ribu yang nonton, itu bisa langsung kok diketahui,” papar dia.

Tudingan soal statement yang menghubungkan bendera Tauhid dengan radikalisme benar-benar diketahui Mahfud MD setelah dirinya akan berpidato di KBRI Singapura.

“Cuma, karena ada orang bertanya, menjelang ceramah, ya saya jelaskan, lalu jadi berita,” ungkapnya.

Setelah menjadi berita, artikel tersebut dimasukkan ke dalam Twitternya untuk menjawab sejumlah tudingan.

“Nah kebetulan kan jadi berita, saya masukkan di Twitter. Nih jawaban saya terhadap mereka yang berusaha mencari-cari membuat hoaks,” paparnya.

Kendati demikian, dia mengaku tak terganggu dengan tudingan tersebut.

Pasalnya, Mahfud MD yakin dirinya tak pernah mengeluarkan statement mengaitkan bendera Tauhid dengan radikalisme.

“Saya sendiri tak terasa terganggu dengan itu, tak bakal ada respon.”

“Kecuali di medsos-medsos liar, ndak bakal,” ungkap Mahfud MD.

Lihat videonya mulai menit ke-5:53:

 

Sebagaimana diketahui, Mahfud MD berjanji akan akan memberikan uang tunai senilai Rp 10 juta jika dapat membuktikkan bahwa dirinya pernah mengeluarkan statement soal bendera tauhid dengan gerakan radikal di Indonesia.

Mahfud MD mengatakan, dirinya yakin tak akan ada yang berani mengikuti sayembara.

“Enggak bakalan ada yang menang, enggak bakalan ada yang berani,” kata Mahfud MD.

Pasalnya, Mahfud MD dengan tegas mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah mengaitkan bendera tauhid dengan gerakan radikal.

“Karena saya menyatakan, saya itu tidak pernah mengaitkan bendera Tauhid Laillahaillalah Muhamadarasulullah itu sebagai bendera radikal.”

“Ketika orang mengatakan itu radikal, saya tidak pernah mengatakan itu,” tegasnya.

Sehingga, ia menantang setiap orang yang berani menunjukkan statement Mahfud MD soal bendera tauhid tersebut.

Baik itu dari media rekam hingga media-media lainnya.

“Oleh sebab itu, saya tantang siapapun yang pernah merekam saya atau mendengar saya atau mencatat saya di berbagai tempat atau ada di cuitan saya.”

“Bahwa radikalisme itu identik dengan kalimat tauhid, siapapun yang bisa menunjukkan itu akan saya bayar setiap orang yang menemukan itu, Rp 10 juta,” jelas Mahfud MD.

Demi membuktikkan bahwa dirinya tak pernah mengaitkan dua hal tersebut, Mahfud MD mengatakan bahwa di rumahnya terdapat sejumlah kalimat tauhid.

“Saya meyakinkan diri tentang itu, karena saya memang tidak menganggap bahwa orang membawa bendera Tauhid itu radikal.”

“Wong di rumah saya banyak kalimat Tauhid, di rumah saya ini, tanyakan saja pada reporter Anda ini di sebelah kiri saya ada kalimat Tauhid.”

“Allahusomad, hanya Allah-lah tempat meminta. Itu lukisan Amri Yahya tahun 82. Saya pasang di ruang saya,” ucap pakar tata hukum negara tersebut.

Mahfud MD kembali menegaskan, dirinya tak pernah mengaitkan bendera Tauhid dengan gerakan radikal meski beberapa orang menghubungkan dua hal tersebut.

.tribunnews.

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here