Mahfud MD Beri Tanggapan soal Status Duda Prabowo jika Ketum Gerindra Itu Terpilih Jadi Presiden

250
Mahfud MD - Prabowo

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD memberikan tanggapan soal status duda calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Hal ini diungkapkan Mahfud melalui Twitter miliknya, @mohmahfudmd, Minggu (10/3/2019).

Mulanya, netizen dengan akun @arman_111213 bertanya pada Mahfud soal status duda Prabowo yang dikaitkan dengan pilpres.

Pemilik akun tersebut juga sempat menyinggung peraturan di Prancis yang mengangkat adik perempuan jika presiden yang terpilih adalah seorang duda.

“Prof,pak Prabowo kan duda

Kalo beliau terpilih, apakah adik perempuan nya yg di angkat menjadi ibu negara..?.

Seperti kejadian di Prancis.

Dan adiknya pak Prabowo Nasrani.

Apakah regulasi nya memungkinkan ketika kepala negara dan ibu negara berbeda agama…?,” tanya netizen @arman_111213.

Kicauan netizen yang tanyakan status duda capres Prabowo
Kicauan netizen yang tanyakan status duda capres Prabowo (Capture Twitter @arman_111213)

Menanggapi hal itu, Mahfud mengatakan tidak ada aturan yang berlaku di Indonesia untuk presiden yang merupakan seorang duda.

“Itu tak diatur dlm konstitusi & hukum kita.

Jika meminjam kaidah ushul fiqh dlm studi hukum Islam, “al-ashlu fil amri lil ibaahah” berarti boleh.

Jd jika konstitusi & hukum tdk melarang dan tdk mewajibkan sesuatu maka sesuatu itu sah sj dilakukan.

Mau dipilih atau tdk, jg boleh,” jawab Mahfud MD.

Tanggapan Mahfud MD komentari status duda capres Prabowo
Tanggapan Mahfud MD komentari status duda capres Prabowo (Capture Twitter @mohmahfudmd)

Sebelumnya, calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo, Sandiaga Uno juga pernah mendapat pertanyaan soal status duda Prabowo.

Dilansir oleh Kompas.com, hal ini dikatakan Sandi saat berkunjung ke Pondok Pesantren TPI Nurul Huda, Malang, 12 September 2018 lalu.

Pernyataan Sandi itu diberikan saat ada wanita yang bertanya soal Prabowo yang menduda.

“Yang kita tahu itu Pak Prabowo itu sendirian. Itu menjadi guyonan (bercandaan). Lho, wong mimpin keluarga, rumah tangga tidak berhasil kok mau mimpin negara?” kata salah seorang ibu yang mengaku bernama Sri.

Mendapat pertanyaan yang menggelitik seperti itu, Sandiaga menjawabnya dengan bercanda.

“Emang minat jadi calonnya Pak Prabowo. Hayoo, siapa yang minat angkat tangan. Mana yang jomblo angkat tangan. Enggak ada yang jomblo nih satu pun juga. Nih jomblo nih,” kata Sandiaga disambut gelak tawa para ibu – ibu yang hadir.

Sandiaga lalu menambahkan bahwa sosok Prabowo adalah orang yang menaruh perhatian besar untuk keluarga.

“Jadi terima kasih atas perhatiannya. Alhamdulillah saya mengenal Pak Prabowo itu, Bu Jeng Rahayu, lebih dari 20 tahun. Dan Pak Prabowo itu sangat-sangat memiliki perhatian khusus untuk keluarganya,” ujar Sandi.

Sandi lalu mengaitkan dengan mantan istri Prabowo, Titiek Soeharto.

“Alhamdulilah hari ini Mbak Titiek sudah menyemangati beliau,” katanya.

Sandiaga Uno pun meminta doa supaya Prabowo dan Titiek rujuk kembali.

“Paling tidak mereka bersama-sama untuk membesarkan putra mereka yaitu Mas Didit,” kata cawapres 02 ini.

“Walaupun waktu itu karena politik dan segala macam mereka berpisah dan sekarang mereka sudah komit untuk berkampanye bersama-sama. Doakan saja Insya Allah rujuk lagi, Bu,” tambahnya.

BPN Klaim Elektabilitas Prabowo-Sandi Unggul Tipis dari Jokowi-Ma’ruf

Sementara itu, diberitakan oleh Tribunnews.com, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin mengklaim bahwa elektabilitas pasangan Capres-Cawapres yang diusungnya telah menyalip pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Menurutnya, pasangan Prabowo-Sandi kini unggul tipis dari pasangan petahana. Oleh karena itu menurut Suhud hasil akhir Pemilu Presiden 2019 akan ditentukan oleh hasil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Penentu hasil akhir akan ditentukan pertarungan di Pulau Jawa. Terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Oleh karena itu kami memindahkan posko pemenangan untuk memastikan kemenangan di Pulau Jawa,” katanya saat dihubungi, Jumat, (8/3/2019).

Selain itu hasil akhir Pemilu Presiden, akan ditentukan oleh hasil debat ketiga, ke empat dan ke lima yang diselenggarakan oleh KPU. Debat tersebut akan mengubah perepsi masyarakat terhadap pasangan Calon.

“Kami juga akan berjuang memastikan swing voters tidak golput dan menjatuhkan pilihan ke pasangan Prabowo-Sandi,” katanya.

Sebelumnya Suhud menyebut bahwa hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres Pemilu 2019 yang dilakukan oleh SPIN tidak jauh berbea dengan survei internal BPN. Adapun hasil survei SPIN elektabilat Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi hanya terpaut 8 persen.

“Hasil survei SPIN memiliki kemiripan dengan hasil internal kami. Namun, hasil survei internal kami elektabilitas Prabowo-Sandi memasuki bulan Maret sudah unggul tipis,” ujar Suhud.

Suhud mengatakan secara kesluruh survei menunjukan bahwa elektabilitas Jokow-Ma’ruf stagnan pada angka 50 persen. Sementara itu tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi terus merangkak naik.

Suhud menambahkan naiknya elektabilitas Prabowo-Sandi, disebabkan oleh berubahnya sikap swing voters yang disebabkan oleh intensifnya kampanye Sandiaga Uno.

“Sebaliknya trend elektabilitas. Prabowo-Sandi yang terus naik yang disebabkan oleh kampanye yang dilakukan oleh Pak Sandi Uno. Jarak selisih yang tidak terlampau besar, yang kemungkinan akan berubah oleh sikap pilihan dari swing voters di saat pencoblosan,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengatakan bahwa di bulan Maret, tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi, menyalip Jokowi-Ma’ruf.

“Survei internal, kita sudah crosing, sudah unggul,” pungkas Dahnil. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

tribunnews.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here