Mahfud Jelaskan Pengucapan Bahasa Arab, Warganet: yang Benar Al Fatihah atau Al Fatekah Prof?

828
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. | AKURAT.CO/Sopian

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD melalui akun Twitternya berkicau mengenai cara yang benar dalam berucap menggunakan bahasa Arab. Menurut dia, salah penyebutan satu huruf saja itu akan merubah artinya pula.

Maka dari itu, ia mengimbau semua masyarakat Indonesia agar berhati-hati dalam menggunkan bahasa Arab. Jangankan salah atau kurang huruf, kurang panjang atau pendek saat penyebutannya itu dapat berpengaruh terhadap artinya.

“Hati2lah dlm menggunakan bhs Arab. Salah ucap (makhraj) dan panjang pendek sj, bisa beda arti. Kalimat “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan selain Allah) bisa salah jika dibaca “La ilaaha illallaah” (Laa didepan dibaca pendek jd La). Itu berarti (Sungguh Tuhan itu selain Allah),” kata Mahfud seperti dilihat dari Twitternya @mohmahfudmd.

Menurut Mahfud, kaidah-kaidah dalam bahasa Arab itu sangat ketat sekali. Niatnya ingin memuji sang pencipta, lanjut Mahfud, salah-salah malah bisa berlawanan maksudnya.

“Bagitu juga bs salah jika kata “Illallaah” ditulis/dibaba “ilallaah” (lam hilang satu) shg menjadi “Laa ilaaha ilallaah”. Itu berarti “Jangan bertuhan kpd Allah”. Bhs Arab itu kaidah2nya ketat,” cuitnya lagi.

Sementara itu, tanggapan dari warganet begitu beragam, seperti akun @PpaEppe yang agak sedikit menyinggung ucapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Jadi Al Fatihah atau Al Fatekah yg bener Prof?” tanyanya.

Ada juga yang malah mengartikan cuitan Mahfud dengan persyaratan untuk menjadi imam salat. “Intinya, jadi imam sholat itu berat yaa pak??” kata akun @Rudiamin15.[] akurat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here