Mabes Polri Temukan Indikasi Awal Penyebab Listrik Padam tapi Ada yang Bukan untuk Konsumsi Publik

421

JAKARTA – Mabes Polri telah menemukan indikasi awal penyebab listrik padam total di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat setelah melakukan pendalaman dan investigasi.

Polri langsung melakukan pemeriksaan di tower transmisi di Desa Malom, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selata, Senin (5/8/2019).

Dari temuan awal, kata Dedi, diduga insiden listrik padam total itu diakibatkan pohon yang tingginya melebihi Right of Way (ROW).

ROW adalah ruang bebas di sekitar pembangkit listrik tegangan tinggi yang harus steril dari benda-benda asing yang tidak masuk dalam komponen pembangkitan.

“Kerusakan diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW, sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik,” ungkap Dedi.

Dengan demikian, dugaan awal insiden tersebut adalah lantaran faktor alam.

Sampai sejauh ini, lanjutnya, pihaknya juga belum menemukan faktor human error atau unsur sabotase sebagaimana yang dikhawatirkan banyak pihak.

Kendati demikian, pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan data dan fakta di lapangan.

“Tapi hasilnya menunggu investigasi tim pusat (gabungan Bareskrim dan PLN) melakukan pengecekan di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi menerangkan, Polda Jawa Tengah juga sudah memintai keterangan sejumlah petugas PLN di lokasi kejadian.

Sayangnya, Dedi menyebut hasil wawancara itu tidak untuk konsumsi publik.

“Sudah melalukan wawancara terhadap empat petugas PLN di lapangan yang mengawasi dan mengendalikan jaringan tersebut,” pungkasnya.

Sampai dengan Senin (5/8) malam, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan sudah tak ada lagi pemadaman listrik di wilayah Jakarta Raya.

Akan tetapi, untuk beberapa wilayah di Jawa Barat dan Banten, masih akan mengalami pemadaman listrik bergilir.

Demikian disampaikan Direktur PLN Regional Jawa Barat Haryanto WS di Kantor PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Haryanto memastikan, aliran dan pasokan listrik untuk Jakarta Raya sudah stabil sejak pukul 17.50 WIB.

“Sesuai dengan arahan Pak Presiden, PLN berusaha untuk segera memulihkan Jawa Barat, Jakarta, dan Banten,” katanya.

“Alhamdulillah, mulai jam 17.50 WIB tadi untuk Jakarta sudah tidak ada pemadaman,” lanjutnya.

Haryanto mengungkapkan, PLN saat ini tengah fokus untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah Banten dan Jabar yang masih mengalami pemadaman bergilir.

Menurutnya, pemadaman terjadi karena masih adanya pembangkit listrik dengan total 1.000 megawatt (MW) yang belum bisa beroperasi.

Malam ini, pihaknya akan fokus untuk mengoperasikan pembangkit listrik tersebut.

“Masih ada sekitar 1.000 MW di daerah Banten dan Jawa Barat yang masih mengalami pemadaman,” tuturnya.

Haryanto melanjutkan, PLN sejak Senin petang telah memasok listrik ke jaringan Jawa-Bali dengan kapasitas mencapai 5.000 MW.

Targetnya, pada malam nanti, ada tambahan pasokan listrik yang akan masuk ke jaringan tersebut sebesar 3.000 MW.

Dengan ada injeksi itu, diharapkan daerah yang masih mengalami pemadaman akan kembali stabil.

“Malam ini bisa kami selesaikan penyalaan kembali pelanggan yang padam,” pungkasnya.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...