Mabes Polri Pastikan Pelaku Pembakar Bendera Tauhid Diproses Hukum

291
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA – Usai viral video pembakaran bendera Tauhid oleh sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), polisi langsung bertindak cepat.

Alhasil, dua orang diamankan oleh polisi terkait video yang beredar di media sosial dan menjadi viral itu.

Kabar tersebut dibenarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Dedi menjelaskan, pembakaran bedera Tauhid itu terjadi dalam peringatan Hari Santri Nasional di Garut.

“Kejadiannya tadi (Senin 22/10/2018) sekitar pukul 09.30 WIB di Lapang Alun-alun Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat,” terangnya kepada JawaPos.com (grup PojokSatu.id), Senin (22/10).

Para pelaku menganggap, bendera berlafaz kalimat tauhid itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Telah terjadi pembakaran diduga bendera HTI yang dilakukan oleh peserta kegiatan atau anggota Banser,” lanjutnya.

Berdasarkan sejumlah barang bukti dan keterangan para saksi di lapangan, pihaknya lantas mengamankan dua orang yang tidak lain adalah pelaku.

Keduanya adalah ketua panitia pada peringatan Hari Santri, Hisnu Mubarok dan seksi acara Zaenal Mahpudin.

Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, kini, keduanya telah ditangani Polres Garut.

Selain itu, pihaknya juga telah mengambil langkah-lagkah antisipatif untuk mencegah agar konflik imbas insiden itu tak meluas.

“Kita tindak secara hukum agar dapat menenangkan atau menetralkan situsasi kondusif secara umum,” tutur Dedi.

Di sisi lain, pihaknya juga menggandeng tokoh-tokoh agama di Kabupaten Garut untuk ikut meredam serta mendinginkan gejolak yang dimungkikan timbul di masyarakat.

“Ketua MUI dan PC NU segera membuat statement dan segera diviralkan. Dari Ketua Banser Garut juga memberikan klarifikasi kasus tersebut,” jelas Dedi.

Sebelumya, kecaman datang dari berbagai pihak terkait pembakaran bendara Tauhid di Garut, Jawa Barat itu.

Salah satunya datang dari Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi yang menuntut polisi menangkap para pelaku pembakaran bendera tersebut.

“Kami minta agar penegak hukum segera menangkap oknum tersebut dan diadili sesuai hukum yang berlaku,” tegas Muhyiddin melalui pesan WA kepada PojokSatu.id, Senin (22/10/2018).

Menurut Muhyidin, penegakan hukum seadil-adilnya harus ditegakkan demi menjaga stabilitas, keamanan dan ketenteraman masyarakat.

“Prilaku amoral dan kebodohan demonstratif itu telah merusak citra umat Islam yangg toleran, menjunjung tinggi perbedaan dan demoktratis,” tambah Muhyiddin.

Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor itu menegaskan, jualan Islam Wasthiyah yang dipromosikan Indonesia menjadi bahan tertawaan dunia.

Muhyiddin meminta umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan provokasi yang dilakukan oknum Banser yang terang-terangan membakar bendera Tauhid.

“Kepada semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan hukum serta menghindari penggunaan kekerasan,” katanya.

Ia menilai, kedewasaan umat Islam dan bangsa Indonesia sedang mengalami cobaan.

Karena itu, kasus pembakaran bendera tauhid hendaknya disikapi secara proporsional.

“Karena masih ada banyak kasus lain yang tak kalah pentingnya untuk diselesaikan, seperti korupsi Meikarta, kebocoran proyek infrastruktur dan sebagainya,” pungkas Muhyiddin.

(JPG/ruh/pojoksatu)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here