Maaf, KPU Tak Bisa Ikuti Desakan NU dan Muhammadiyah, Pilkada 2020 Tetap Digelar, Ini Alasannya

265
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyampaikan sambutan saat Penyerahan Data Pemilih Pemula Tambahan dan Peluncuran Pemilihan Serentak Tahun 2020 di gedung KPU, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak menutup mata dengan masukan dari ormas besar seperti PP Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama (NU) serta organisasi masyarakat sipil lainnya yang meminta penundaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Namun, KPU melihat upaya yang telah dilakukan dalam setiap tahapan Pilkada hingga energi dan anggaran negara yang telah dikeluarkan.

Demikianlah disampaikan Komisioner KPU Ilham Saputra saat mengisi acara webinar bertajuk  “Pilkada Berkualitas Dengan Protokol Kesehatan: Utopia Atau Realita?” yang diselenggarakan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Rabu (30/9).

“KPU sudah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dalam proses penyelenggaraan Pemilu yang ada di regulasi kita. Kami tidak menutup mata dengan masukan PP Muhammadiyah, PBNU dan juga dari NGO-NGO, dari masyarakat sipil, kita tidak menafikan itu. Tapi tentu saja dengan effort yang sudah kita keluarkan saat ini,” ujar Ilham Saputra.

“Anggaran yang begitu banyak, dan kita sudah melakukan penyelenggaraan ini sudah sampai penetapan calon, jadi tinggal kampanye, logistik dan pemungutan dan penghitungan suara,” sambungnya.

Atas dasar itu, Ilham mengatakan, pihaknya selaku penyelenggara Pemilu berharap Pilkada 9 Desember 2020 tetap dilanjutkan.

Kata Ilham, keputusan itu diambil dengan segala pertimbangan bahwa pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada serta hal teknis lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Sehingga jika dikatakan penundaan, maka KPU masih berharap bisa dilanjutkan, karena tadi soal effort yang sudah kita keluarkan, energi yang sudah begitu banyak kita keluarkan, juga soal anggaran dan lain sebagainya,” demikian Ilham Saputra.

Selain Ilham Saputra, hadir secara virtual dalam webinar tersebut antara lain; Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Analis Pemilu Titi Anggraini, Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin Al-Rahab.

Kemudian, Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, Perwakilan Ditjen OTDA Kemendagri Saydiman, dan Anggota Bawaslu Rahmat Bagja.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...