M Taufik Ngotot Jadi Wagub DKI, Sohibul: Silakan Minta ke Pak Prabowo

280
Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman

JAKARTA– Tarik ulur antara PKS dan Partai Gerindra terkait dengan jabatan wakil gubernur DKI Jakarta belum juga usai. Hingga kini kursi kosong yang ditinggalkan Sandiaga Uno pun belum terisi.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman kembali menegaskan bahwa posisi wagub DKI akan diisi kader PKS. Partai Gerindra disebutnya telah setuju mengenai skenario itu.

Penegasan Sohibul disampaikan seusai bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sohibul didampingi Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri.

“Tadi sudah disampaikan dan ditanyakan kembali dan Pak Prabowo tetap komit. Kita sudah meminta pak Prabowo untuk segera membuat surat ajuan tentang pencalonan dua nama dari PKS,” kata Sohibul di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Kamis, (20/9/2018) malam.

Menurut Sohibul, PKS dalam waktu dekat akan menyerahkan surat itu kepada Prabowo untuk disetujui dan selanjutnya akan dikirimkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mengenai manuver Ketua DPD Provinsi DKI Partai Gerindra M Taufik yang tetap ngotot akan mengisi posisi wagub, Sohibul menyerahkan urusan itu kepada Prabowo. “Yang menentukan kan pimpinan partai. Jadi silakan saja Pak Taufik sampaikan keinginannya ke Pak Prabowo. Yang jelas, pak Prabowo sudah punya komitmen,” kata dia.

Disinggung mengenai lobi-lobi Taufik di DPRD DKI terkait rencananya maju sebagai kandidat wagub, Sohibul mengaku sudah mengetahuinya.” Itu sudah aksiomatik dalam politik pasti ada lobi-lobi,” kata dia.

Sohibul percaya politik itu dibangun dengan saling percaya. PKS ingin tetap percaya kepada mitranya. Sebaliknya, dia juga meminta Gerindra khususnya Taufik juga bisa percaya dengan PKS. Dia pun mengajak Taufik untuk menjaga komitmen pimpinan partainya. Sebab, ini merupakan fatsun politik.

“Kalau kemudian komit fatsun politik tidak dijaga, terus berdasarkan apa kita mau berpolitik membangun negeri ini kalo hal-hal seperti itu tidak ditaati,” ujarnya.

Kursi wagub DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri karena menjadi bakal cawapres mendampingi Prabowo Subianto. DPRD telah menggelar rapat paripurna untuk menetapkan pengunduran diri tersebut. Adapun mengenai pengganti, akan diserahkan ke partai pengusung.

Mekanisme pengisian posisi wagub DKI Jakarta diatur dalam Pasal 176 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada). Pada Pasal 176 ayat 1 UU itu disebutkan, partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua calon wakil gubernur DKI Jakarta kepada DPRD DKI Jakarta melalui gubernur DKI Jakarta untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta., iNews.id

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here