Lukas Enembe Ingatkan Indonesia: Masyarakat Papua Perlakukan Non-Papua Secara Terhormat dan Sejajar

352

JAKARTA – Gubernur Papua Lukas Enembe mengingatkan, masyarakat Papua tak ada masalah sedikitpun dengan masyarakat non-Papua di Bumi Cendrawasih itu.

Bahkan selama ini, masyarakat asli memperlakukan masyarakat pendatang dengan baik.

Demikian disampaikan Lukas Enembe dalam keterangannya yang diterima PojokSatu.id, Minggu (1/9/2019).

Menurutnya, Papua adalah miniatur Indonesia dan sesungguhnya memegang teguh Bhineka Tunggal Ika.

Di Papua, juga dihuni penduduk yang multi etnis, agama, budaya dan selama ini bisa hidup damai berdampingan.

“Masyarakat asli Papua menyambut baik dan memperlakukan masyarakat non-Papua secara terhormat dan sejajar,” tuturnya.

Karena itu, sebagai bagian dari NKRI, pihaknya berharap bahwa perlakuan yang sama juga isa didapatkan masyarakat Papua di manapun berada.

“Hal ini merupakan wujud komitmen kita sebagai anak bangsa untuk mewujudkan Papua damai, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan beretika secara budaya,” imbau Lukas.

Atas dasar itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun bangsa.

“Dengan prinsip kasih menembus perbedaan untuk melakukan perubahan Papua dan kemuliaan rakyat Papua dalam bingkai NKRI,” ajaknya.

Politisi Partai Demokrat itu juga menyarankan kepada TNI-Polri agar tidak dilakukan penangkapan terhadap masyarakat Papua yang menggelar aksi atau penyampaian pendapat di berbagai wilayah.

Sebaliknya, Lukas mengimbau agar aparat keamanan lebih mengedepankan penanganan persuasif atas aksi penyampaian pendapat di muka umum.

“Sebisa mungkin menghindari penanganan secara kekerasan serta tidak melakukan penangkapan terhadap masyarakat Papua yang melakukan aksi penyampaian pendapat,” kata Lukas.

Akan tetapi, ia juga mengingatkan kepada masyarakat Papua agar menjaga ketertiban dan keamanan selama menyampaikan pendapat atau aksi demo.

“Tidak melakukan pengerusakan fasilitas umum, kantor-kantor pemerintah, dan bangunan-bangunan masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, Lukas juga menegaskan mendukung penindakan terhadap para pelaku atau masyarakat yang bertindak di luar kewajaran dan membahayakan bagi masyarakat umum saat berdemonstrasi.

Jika akan menggelar aksi demo, ia mengimbau masyarakat Bumi Cendrawasih di manapun berada, agar lebih dulu berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Guna menghindari adanya pihak-pihak lain yang akan memanfaatkan atau menunggangi dengan kepentingan mereka dengan cara-cara anarkis yang merusak perdamaian Papua,” ingatnya.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...