Luhut: Presiden Galau 4 Tahun Belum Ada Pembangunan Kilang

135
Luhut B Pandjaitan

Jakarta – Pembangunan kilang yang lambat membuat Presiden Joko Widodo merasa galau. Bagaimana tidak? Selama empat tahun ia menjabat sebagai RI 1, belum ada satu pun pembangunan kilang yang jadi.

“Presiden pun galau, karena sudah empat tahun jadi Presiden belum ada yang jadi pembangunan kilang,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan dalam acara Pertamina Energy Forum 2018, di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

 

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, dirinya meminta agar pembangunan kilang jangan mundur lagi. Pasalnya, dengan selesainya pembangunan kilang, dapat membantu negara untuk mengurangi impor minyak.

Luhut menyebutkan, defisit transaksi berjalan (CAD) Indonesia sangat terpengaruh dengan impor minyak. Ia menuturkan, CAD tahun ini diprediksi akan mendekati US$ 24 miliar, dibanding tahun lalu yang sebesar US$ 17 miliar.

Luhut: Presiden Galau 4 Tahun Belum Ada Pembangunan KilangFoto: Infografis/6 proyek kilang menuju 2 juta barel sehari/Aristya Rahadian Krisabella

“Sekarang masuk kerja sama dari CPC Corporation Taiwan, ini jadi harapan pembangunan kilang,” pungkas Luhut.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati membawa kabar baik untuk proyek pengembangan kilang yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dari satu juta barel per hari menjadi dua juta barel per hari.

Salah satunya adalah kilang Balikpapan. Nicke menyebut, di tahun depan perusahaan akan memulai pekerjaan perancangan/desain (Engineering), pengadaan material/peralatan (Procurement) dan pelaksanaan konstruksi (Construction) atau EPC untuk kilang Balikpapan.

“Kilang RDMP pertama dalam waktu dekat adalah kilang Balikpapan, dengan kapasitas 350 ribu barel per hari. Dengan dukungan bersama, akan tanda tangan kontrak dalam waktu dekat, dan akan kami mulai pekerjaan EPC tahun depan, Insha Allah,” ujar Nicke ketika membuka gelaran Pertamina Energy Forum 2018.

Selain kilang Balikpapan, BUMN migas ini juga akan melakukan percepatan pengerjaan kilang Tuban, yang bukan hanya kilang saja, tetapi juga petrokimia. Tidak hanya Tuban, tetapi juga proyek-proyek pengembangan kilang lainnya.

Sebagai informasi, kilang-kilang tersebut merupakan proyek yang terdiri dari empat Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek pengembangan di kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Dumai serta dua proyek Grass Root Refinery (GRR) atau pembangunan kilang baru di Tuban dan Bontang. (gus/gus), CNBC Indonesia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.