Lihat Saja, PKS Nanti Pasti Cuma Bisa Nurut Gerindra dan Prabowo

321
Waketum Gerindra Arief Poyuono. (Tsarina Maharani/detikcom).

JAKARTA – Ancaman hengkangnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meninggalkan koalisi Prabowo ditanggapi santai Partai Gerindra.

Pada akhirnya, sejoli Gerindra sejak lama itu pasti akan menurut pada putusan dan pilihan yang dibuat Prabowo terkait cawapres pilihannya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono kepada JPNN.com (grup pojoksatu.id), Kamis (2/8/2018).

Yakin, PKS Gak Punya Nyali Tinggalkan Gerindra dan Prabowo

Kendati demikian, Arief mengaku cukup menghormati kengototan partai berlambang bulan sabit kembar itu.

Yakni agar salah satu kadernya dipilih mantan menantu Presiden Seoharto itu sebagai cawapres.

Menurutnya, PKS memang memiliki andil dalam koalisi yang mengusung mantan Danjen Kopassus itu di Pilpres 2019.

Gerindra Marah, MUI Gak Boleh Larang, Harus Ikut Kampanyekan #2019GantiPresiden

“Hak PKS untuk ngotot. Mereka juga punya share (saham, red) dalam koalisi mengusung Prabowo,” ujar Arief.

Walau begitu, mantan anak buah Megawati Soekarnoputri itu meyakini pada akhirnya partai pimpinan Sohibul Iman itu akan melunak.

Dia meyakini PKS akan memahami figur yang dibutuhkan Prabowo untuk menghadapi Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres petahana di Pilpres 2019.

Prabowo Subianto itu Sama Seperti Mantan Mertuanya, Soeharto

“Saya yakin lah, PKS itu lebih realistis untuk tidak ngotot nantinya,” katanya.

Keyakinannya itu didasarkan pada tokoh-tokoh yang ada di internal partai tersebut.

“Partai ini berisikan tokoh-tokoh yang mumpuni dalam perpolitikan Indonesia dan mengerti cawapres mana yang dibutuhkan Prabowo dan rakyat Indonesia,” tutur Arief.

Aktivis buruh itu menambahkan, lawan yang akan dihadapi Prabowo di pilpres tahun depan tak bisa dianggap enteng.

Apalagi, katanya, Jokowi sebagai petahana bisa saja menggunakan segala cara untuk menang.

Sebagai calon petahana, bebernya, jelas akan menguasai seluruh infrastruktur pemerintahan.

Dimana, hal itu bisa saja digunakan untuk menekan kubu oposisi atau lawan politiknya.

“Joko Widodo bukanlah lawan yang mudah dikalahkan saat ini,” ungkapnya.

Akan tetapi, bukan berarti bahwa hal itu membuat Jokowi sulit dikalahkan.

“Sangat bisa dikalahkan,” lanjutnya.

Terkait sulitnya Prabowo menentukan cawapres, Arief berkilah kondisi itu menjadi masalah.

Sebaliknya, hal yang menghambat Prabowo dalam menentukan cawapres karena figur-figur yang ada memang hebat.

“Semua bakal cawapresnya hebat-hebat sih. Jadi rada sulit untuk menentukan yang terhebat dari yang hebat-hebat,” pungkas Arief.

(fat/jpnn/pojoksatu)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here