Lieus Sungkharisma: Encek Glodok Kok Dituduh Makar

619

Aktivis Sosial berdarah Tionghoa-Indonesia, Lieus Sungkharisma angkat bicara menanggapi pelaporan dirinya di Bareskrim Polri atas tuduhan menyebarkan berita bohong (hoaks) dan makar.

Lieus menilai, tuduhan makar yang dialamatkan terhadap dirinya dan sejumlah tokoh pendukung capres-cawapres Prabowo-Sandi, menunjukkan ketidakberesan dalam proses penegakkan hukum di Indonesia.

Lieus kemudian menyinggung soal tuduhan makar dan penetapan tersangka terhadap sejumlah tokoh saat Aksi Bela Islam 212 pada 2016 lalu yang hingga kini belum jelas proses hukumnya.

“Ada itu yang dijadikan tersangka kasus makar, dikasih gelar tersangka makar, tapi tidak pernah disidang-sidang.
Saya ingat 212 berapa tokoh ditangkap kan, terus belum diadili sampai hari ini, eh tiba-tiba sekarang gue makar lagi,” kata Lieus dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/5/19).

“Ingat ya aye gak mau cara-cara begitu ya, gak sehat negara, rusak. Negara yang sehat kalau mau nuduh orang, itu ditangkap, disidik, itu diumumkan tidak terbukti atau terbukti kemudian di proses di pengadilan, itu yang sehat kan, lah kalau ini gila,” sambung Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi ini menegaskan, ketidakjelasan proses hukum ini dapat merusak citra Indonesia di mata dunia.

“Sayanya gak takut, tapi rugi nih negara, apa kata dunia Internasional? Jangan pikir kita cuma sendirian, internasional kan lihat nih, encek (sapaan laki-laki Tionghoa) Glodok kok dituduh makar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma dilaporkan dilaporkan oleh seorang warga Kuningan, Jawa Barat bernama Eman Soleman ke Bareskrim Polri, Selasa (7/5/2019) malam. Laporan terhadap Lieus terdaftar dengan nomor LP/B/0441/V/2019/Bareskrim.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 bis jo Pasal 107. (Fhr) telusur

Comments

comments

Loading...