Lieus Sungkharisma Ditangkap, Gerindra Tuntut Polisi Hormati Hak Hukum

749

JAKARTA – Partai Gerindra meminta aparat kepolisian menghormati hak-hak hukum Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma.

Demikian disampaikan ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman kepada wartawan, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

“Kami minta agar aparat menghormati hak-hak hukum beliau. Terutama hak untuk mendapat pendampingan hukum,” tutur Habiburokhman.

Anak buah Prabowo Subianto itu mengaku, pihaknya baru mengetahui penangkapan Lieus setelah ramai pemberitaan media.

“Kami terkejut dan baru tahu dari media,” katanya.

Anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga itu juga menyatakan pihaknya siap menyediakan pengacara jika Lieus belum ada yang mendampingi.

“Jika beliau belum ada lawyer, kami tawarkan bantuan hukum bagi beliau untuk menjalani proses ini,” katanya.

Pihaknya juga memastikan, bantuan dan pendampingan hukum bukan hanya datang dari pihaknya saja.

“Nggak hanya dari BPN, ada banyak rekan-rekan lawyer yang siap mendampingi beliau,” katanya lagi.

Di sisi lain, pihakna juga memastika bahwa Lieus memang masih tercatat dan aktif di BPN Prabowo-Sandi.

“Setahu saya beliau memang pendukung Pak Prabowo dan aktif di BPN,” pungkasnya.

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma mengaku tak terima dengan penangkapan atas dirinya. Ia pun mengaku akan melakukan perlawanan.

“Pokoknya ini akan saya hadapi semua. Saya tidak tidak takut,” ungkap Leius di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

Lieus juga menyatakan, dirinya sudah tak menghiraukan risiko yang akan didapat jika dirinya melakukan perlawanan hukum terhadap pihak aparat kepolisian.

Sebab, dia menganggap bahwa apa yang diperbuatnya sealama ini tidak lain merupakan perjuangan untuk kedaulatan rakyat.

“Saya tidak tidak takut. Mana ada takutnya kita. Kita ini berjuang untuk kedaulatan rakyat,” tegasnya.

Sosok yang ‘anti’ pemerintahan Jokowi itu pun tak terima dengan penangkapan dirinya dan perlakuan polisi yang dianggapnya arogan.

“Gak apa-apa saya akan ikuti. Padahal kan baru dua kali saya (dapat) surat pemanggilan,” ujar Lieus saat digiring ke ruangan Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

Lieus juga menyebut polisi terlihat memaksakan kasus yang menyeretnya. Ia juga curiga dirinya memang sudah menjadi incaran selanjutnya.

“Tadi polisi mau bawa minum aja saya gak kasih. Percaya sih mau dibawain, tapi saya takut. Takut mati (diracun),” tudingnya.

Lieus dilaporkan di Bareskrim oleh seorang wiraswasta bernama Eman Soleman. Ia dituduh menyebarkan hoaks dan berniat melakukan aksi makar. Namun kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan terhadap Lieus terdaftar dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

Atas kasus ini, Lieus dikenakan Pasal Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...