Ledakan di Lebanon, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp216 Triliun

183
Ledakan di Lebanon

Ledakan dahsyat yang mengguncang BeirutLebanon, Selasa (4/8/2020), menyebabkan kerusakan parah dalam radius 5 kilometer dari titik kejadian yakni di pelabuhan.

Bangunan di sekitarnya luluh lantak, termasuk apartemen, perkantoran, rumah tinggal, serta fasilitas lain. Ledakan tersebut menghasilkan gempa bermagnitudo 3,5. Sebanyak 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Gubernur Beirut Marwan Aboud mengatakan kepada stasiun televisi Al Hadath, kerugian akibat ledakan ditaksir antara 10 miliar sampai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp144 triliun-Rp216 triliun). Nilai kerugian itu termasuk akibat langsung maupun tidak langsung dari ledakan.

Dia juga menyebut potensi krisis ke depan yang dihadapi warga di wilayahnya, mengingat keterbatasan jumlah makanan.

Menurut gubernur, gandum yang tersedia saat ini terbatas dan krisis berpotensi terjadi jika tak ada bantuan internasional.

Korban tewas akibat ledakan hingga Rabu malam sudah mencapai 135 orang dan diperkirakan masih terus bertambah. Selain itu, lebih dari 5.000 orang mengalami luka.

“Puluhan orang masih hilang,” kata Menteri Kesehatan Hamad Hassan.

Ledakan disebabkan amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di gudang pelabuhan ibu kota tersebut. Amonium nitrat merupakan zat kristal tak berbau yang biasa digunakan sebagai pupuk. Senyawa ini juga telah menjadi penyebab berbagai ledakan di kawasan industri selama beberapa dekade.

Sumber Berita / Artikel Asli : iNews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...