Langgar HAM, Tutup Vihara Atau Kelenteng Tuban Tempat Beribadah Umat Buddha

859
Buntut Penyegelan Kelenteng, Forum Agama Geruduk PN Tuban, Rabu (29/7/2020). [Suara.com/Andri]

Meskipun banyak aliran atau mazhab dan berbeda istilah dalam Agama Buddha, namun semua itu adalah satu kesatuan dalam ‘bingkai’ tata ibadah umat beragama Buddha. Sehingga kehadiran Vihara atau Tempat Ibadah Tri Dharma adalah bagian pengembangan agama Buddha yang telah berlangsung lama dalam sejarah interaksinya.

Mencermati perkembangan kisruh kepengurusan dua kubu di Vihara Kwan Sin Bio atau populer disebut Vihara Tuban, tidak lain adalah karena kedua belah pihak sama sekali tidak menghargai Dewa Utama di Vihara tersebut.

Mereka berseteru seakan paling berhak atas pengelolaan bahkan kepemilikan atas Vihara yang notabene didedikasikan bagi kemuliaan umat memohon berkah dan perlindungan kepada Bodhisatva Kwan Ti Koen atau Kwan Kong.

Penyegelan dengan pengembokan tersebut ditinjau dari perspektif hukum jelas-jelas telah melanggar Hak Asasi Manusia yang paling mendasar, yaitu hak beribadah kepada Tuhan nya yang dilindungi UU dan juga tidak sesuai dengan azas Pancasila sila pertama.

Sementara dari perspektif ajaran Buddha Dharma, perilaku penyegelan tersebut masuk dalam Hukum Karma yang terkategori Akusala Karma, yaitu karma buruk yang akibatnya sangat menyedihkan. Terlepas dari soal urusan duniawi kepengurusan itu.

Jadi tidak beralasan bagi pihak yang bukan beragama Buddha atau aliran keyakinan ajaran lain seperti Kong Hu Cu mencoba untuk mengklaim sebagai tempat ibadahnya. Tidak ada umat yang menjalankan ritual persembahan ke-Dewa- an kecuali aliran atau mazhab agama Buddha.

Kasus Vihara Tuban ini jangan menjadi kesan seakan sama dengan urusan sengketa usaha atau bisnis antar pihak yang bertikai, tetapi harus kembali kepada jatidiri Agama itu sendiri.

Dengan dasar Hak Azasi peribadatan ke-umat-an umat Buddha maka tidak ada alasan untuk melarang dengan menutup dan menggembok pintu gerbang vihara, apalagi klaim salah alamat oleh pihak Kong Hu Cu terhadap eksistensi vihara Kuan Sin Bio Tuban ini…

Adian Radiatus

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...