Kubu Prabowo Janji Hukum Mati Koruptor Jika Menang Pilpres, Netizen: Prabowo For Indonesian 2019

1880

Ketua tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, pernah menegaskan tak ada kompromi bagi koruptor di Indonesia. Hukuman mati sangat pantas diberikan kepada para koruptor.

“Prabowo tidak tersandera kasus apapun untuk memberantas korupsi di Indonesia. Kami akan usulkan revisi Undang-undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun menjadi hukuman mati,” tegas Mahfud usai menghadiri Deklarasi Relawan Kesatuan Aksi Pendukung Prabowo untuk Indonesia Satu (KAPPI-1) Provinsi Jawa Timur di Surabaya pada 2014 lalu.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengatakan, menghukum mati terhadap koruptor tidak melanggar HAM. Sebab, pelaku dengan kasus berat yang melanggar undang-undang, dibenarkan oleh konstitusi untuk menghukum mati pelakunya. “Ini sama halnya dengan kasus terorisme dan narkoba. Jadi tidak melanggar HAM,” katanya.

Mahfud mencontohkan, di negara adidaya seperti Amerika Serikat yang memegang teguh masalah HAM juga memberlakukan hukuman mati bagi koruptor di negaranya. “Hukuman itu (hukuman mati bagi koruptor) bisa dilakukan asal ada undang-undangnya. Aturan atau pasal menghukum mati koruptor harus tertuang dalam Undang-Undang Tipikor terlebih dahulu.”

“Hukuman mati bagi koruptor tidak harus di negara ‘kritis,’ tapi di negara manapun. Sebab, koruptor merupakan kejahatan kemanusiaan yang menyengsarakan rakyat,” tandas Mahfud.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen di media sosial terkait kubu Prabowo janji hokum mati koruptor jika menang pilpres. “setuju pa mahmud md hukum mti ajah biar jera”, tulis netizen bernama Suhud Subana beri dukungan terhadap pernyataan Mahfud MD. Sedang seorang netizen dengan penuh semangat meminta segera dilaksanakan, “ALLAHU AKBAR …..SEGERA LAKSANAKAN ….KAMI MENDUKUNGMU”, ungkap akun Dewo Irawan.

Selanjutnya, seorang netizen mendukung kemenangan Prabowo pada pilpres 2019, “Saya dukung pak,,hukum mati aja koruptor biar jadi pelajaran buat yang lain. Pak Prabowo For Indonesian 2019”, disampaikan Aba Aisyah. Meski demikian, ada juga netizen bernama Hairi berikan saran berbeda, “Saya tida setuju.kenapa tida dimiskinkan dan cabut hakx dia sebagay warga negara”. EVELINE


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here