Kritik Fadli Zon kepada Pemerintah: Mobilitas Rakyat Dibatasi, TKA China Masih Bisa Melenggang

280
Anggota DPR RI, Fadli Zon./Twitter @fadlizon/ /

Kedatangan 20 tenaga kerja asing (TKA) asal China di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (3/7/2021) lalu, mentangkan polemik tersendiri.

Pemutar video dari: YouTube (Kebijakan PrivasiPersyaratan)

Lantaran kedatangan mereka di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Beberapa politikus memberikan kritiknya terhadap sikap pemerintah, termasuk Fadli Zon.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut mengatakan bahwa berhasil masuknnya TKA China ke Indonesia merupakan hasil arogansi dari pemerintah.

Fadli Zon mengatakan bahwa hal tersebut berbanding terbalik dengan dibatasinya mobilitas dari masyarakat.

 

Soal pernyataan jgn permasalahkan TKA asing. Inilah contoh arogansi kekuasaan yg dipertontonkan di tengah kedaruratan. Ini pula yg mereduksi kepercayaan rakyat pd pemerintah. Mobilitas rakyat dibatasi ketat bahkan dg kendaraan militer, TKA dr China masih bisa melenggang,” tulis Fadli Zon di akun twitternya.

Fadli Zon komentari soal TKA China yang masuk Indonesia saat diberlakukan PPKM Darurat. (Tangkap layar twitter @fadlizon)© Disediakan oleh tribunnews.com Fadli Zon komentari soal TKA China yang masuk Indonesia saat diberlakukan PPKM Darurat. (Tangkap layar twitter @fadlizon)

Luhut Sebut Tak Ada yang Aneh

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sebelumnya tak ada yang aneh dengan kedatangan TKA China ke Indonesia.

“Jadi, sebenernya engga ada yang aneh. Kalau ada yang asal ngomong, engga ngerti masalahnya jangan terlalu cepat ngomong,” kata Luhut dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021).

Luhut menuturkan, sebelum Pemerintah RI memberlakukan bolehnya WNA masuk ke Indonesia, Pemerintah melakukan kajian terlebih dahulu dari negara lain.

Ia juga menambahkan, Indonesia tak bisa sembarangan menutup pintu masuk kedatangan WNA.

“Kita lihat dari hasil studinya dari negara yang kita anggap cukup baik, kita berikan 8 hari,” katanya.

 

Pihaknya pun menjelaskan terkait kebijakan Pemerintah yang memperbolehkan WNA masuk saat PPKM Darurat.

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa WNA yang masuk ke Indonesia harus memenuhi persyaratan yang berlaku.

Yakni WNA harus vaksin dua kali, dan menunjukkan vaksin card-nya.

Lalu, sebelum beranjak ke Indonesia, WNA perlu melampirkan bukti hasil negatif swab PCR.

Sesampainya di Indonesia, kata Luhut, WNA melakukan tes swab PCR kembali.

Ketika hasil swab PCR negatif, WNA harus menjalani karantina selama 8 hari.

 

“Setelah itu (karantina) di PCR lagi, hasilnya negatif, baru bisa keluar. Jadi prosedur ini kita lakukan dan berlaku di mana mana di dunia.”

“Hanya saja ada yang (karantina) 8 hari, tergantung negaranya. Ada yang 14 hari, ada yang 21 hari,” paparnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here