Kritik Cara Presiden Xi Jinping Tangani Wabah Virus Corona, Aktivis Ditangkap

437
Virus Corona

Pihak berwenang China telah menangkap seorang aktivis Hak Asasi Manusia setelah mengkritik cara Presiden China Xi Jinping menangani wabah virus corona. Xu Zhiyong mendesak Presiden Xi mengundurkan diri karena dinilai tidak mampu menangani wabah virus tersebut. Xu ditangkap di selatan Kota Guangzhou.

Xu Zhiyong, mantan dosen hukum membuat kampanye sosial menuntut Pemerintah China untuk bertanggung jawab karena munculnya wabah virus corona. Kampanye sosialnya mendapat banyak dukungan dari publik China.

“Anda tidak mengizinkan kebenaran untuk dirilis, dan wabah itu kini berubah menjadi bencana nasional. Setiap kali Anda menghadapi krisis, Anda tidak tahu apa-apa. Saya pikir Anda bukan orang jahat, Anda tidak bijaksana. Tuan Xi Jinping, silakan anda mundur,” tulis Xu dalam kampanye sosialnya, seperti dilansir dari The Guardian, (19/2/2020).

Teman-teman Xu mengatakan bahwa Xu telah ditargetkan sejak pertemuan rahasia yang dihadiri oleh lebih dari 20 aktivis hak asasi manusia di kota tenggara Xiamen di provinsi Fujian. Lebih dari 10 peserta telah dipanggil dan ditahan sebagian besar dengan tuduhan provokasi.

Penahanan Xu kemungkinan akan berakhir dengan hukuman penjara yang panjang, karena sebelumnya ia telah pernah dipenjara dan pihak berwenang cenderung menghukum pelanggar berulang dengan keras.

“Kami sangat pesimistis, itu tentu tidak akan menjadi hukuman ringan mengingat situasi saat ini,” kata teman dan sesama aktivis Hua Ze.

Aktivis mengatakan pihak berwenang menggunakan epidemi virus corona sebagai kesempatan untuk menekan kebebasan berpendapat. “Setiap kali ada kritikan politik, mereka akan meningkatkan penindasan,” kata Dr Teng Biao, sesama aktivis teman Xu.

Xu, memulai kegiatannya pada tahun 2003 ketika ia dan sesama lulusan PhD, Dr Teng dan teman lainnya, mendesak badan legislatif nasional untuk membatalkan peraturan tentang penahanan dan pemulangan para migran. Mereka menulis surat terbuka yang kritis terhadap Presiden Xi dan menggelar aksi protes atas pemerintahan Xi.

Sumber : The Guardian | Redaktur : Hermanto Deli

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...