KPU: Penyebar Berita Bohong Surat Suara Tercoblos Harus Ditangkap

525
Ketua KPU Arief Budiman (

Jakarta – KPU memastikan kabar terkait adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, merupakan kabar bohong. KPU meminta penyebar berita bohong tersebut ditangkap.

“Jadi orang-orang jahat yang menggangu pemilu kita yang mendeligitimasi penyelenggara pemilu harus ditangkap, kami akan lawan itu. Jadi kami sangat beharap pelakunya segera ditangkap,” ujar Ketua KPU Arief Budiman seusai sidak di kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019), malam.

Arief meminta pihak kepolisian untuk melacak penyebar berita bohong tersebut. Diantaranya penyebar dan pembuat rekaman yang menyatakan adanya tujuh kontainer surat siara yang telah tercoblos.

“Saya ingin menyampaikan kepada pihak kemanan pihak kepolisian untuk melacak untuk mencari siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini,” kata Arief.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepolisian untuk menangkap orang yang telah menulis dan mencapture berita bohong tersebut.

“Termasuk siapa yang menulis, jadi ada capture tulisan yang memuat tentang berita-berita bohong ini,” kata Arief.

Sebelumnya, kabar ini juga diinformasikan melalui Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitternya. Andi meminta agar kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok itu dicek. Namun, saat dicek kembali, cuitan Andi Arief ini sudah dihapus.

Kabar hoax yang beredar itu menyebut ada 70 juta surat suara yang sudah dicoblos di nomor urut 01 dalam tujuh kontainer. Di rekaman itu juga menyebutkan surat suara itu berasal dari China dan sudah disita TNI AL.

Namun KPU memastikan itu berita bohong alias hoax.
(yld/rvk) DETIK

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.