KPK Bikin Warganet Pengungkap Fakta Rekayasa Mata Buta Novel Baswedan Gigit Jari, “Novel Terus Menerus Diserang”

2243

JAKARTA – Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih tertutup misteri. Tak ada perkembangan progresif terkait siapa pelaku maupun dalang di balik kasus tersebut.

Bahkan kebutaannya matanya ramai disebut sebagai ulah rekayasa belaka.

Warganet menunjukkan salah satu tayangan video kondisi mata Novel Baswedan yang baik-baik saja tampak tidak seperti yang saat ini mata kirinya mengalami kebutaan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan klarifikasi atas tuduhan itu melalui akun Twitternya, Senin (5/11/2019).

“KPK menyimak beredarnya informasi-informasi keliru dan bahkan cenderung sebagai penyebaran informasi bohong tentang kondisi mata pegawai KPK Novel.

Agar masyarakat mendapat informasi yg benar, maka KPK perlu menyampaikan kondisi terkini kesehatan mata Novel pasca penyiraman air keras.

Novel mulai drawat di Singapura National Eye Centre pada 12 April’17. Sebelumnya, setelah penyerangan Novel dilarikan ke RS Mitra Keluarga namun langsung dipindahkan ke Jakarta Eye Center krn kemungkinan trjadi luka di kornea mata akibat kimia asam sulfat yg trkandung pd air keras.

Melalui serangkaian perawatan,tim dokter berhasil membersihkan luka bakar di wajah & membersihkan residu air keras di saluran pernapasan krn terdapat luka bakar di rongga hidung.Proses penyembuhan area luar ini cenderung lebih cepat karena kemampuan regenerasi kulit yg lebih baik

Kondisi seluruh selaput pelindung kornea mata Novel saat itu terbakar sehingga opsi yang dilakukan oleh dokter pada saat itu adalah menunggu proses pertumbuhan selaput mata.

Namun pada faktanya pertumbuhan selaput mata kiri mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dilakukan operasi Osteo-odonto-keratoprosthesis (OOKP).

Pada mata kiri, yang dilakukan operasi OOKP, terjadi pendarahan dibalik lensa sejak 4 bulan yang lalu. Hal ini mengakibatkan pandangan menjadi gelap dan tidak bisa melihat sama sekali.

Bila kondisi baik, mata kiri menjadi tumpuan penglihatan karena dapat digunakan untuk membaca dengan bantuan lensa kacamata (plus) 4, namun dengan sudut pandang penglihatan yang sempit.

Selain itu, saat ini kondisi mata sebelah kanan Novel pun tidak bisa melihat jelas dan tetap menggunakan hard lens utk membantu melihat dgn lebih baik.

Pada pertengahan tahun ini, tim TGPF Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel mengungkapkan hasil investigasi tim yang telah berjalan selama 6 bulan.

Salah satunya menyebutkan bahwa zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah Novel ialah asam sulfat (H2S04), zat berkadar larut dan tidak pekat sehingga tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah Novel.

Hingga saat ini, Novel masih terus menerus melakukan pengobatan untuk penyembuhan mata kiri baik di Jakarta maupun Singapura.

Hari ini (5/11) sudah lebih dari 2 tahun sejak penyerangan Novel. Sayangnya posisi Novel yang menjadi korban justru terus menerus diserang dengan berbagai tuduhan dan informasi bohong.

Kepolisian masih terus mengusut kasus ini dan KPK berharap agar pelakunya segera terungkap.”

Penyiraman air keras Novel Baswedan disebut rekayasa lantaran ditemukan video kondisi mata penyidik KPK itu baik-baik saja.

Video yang diulik kembali netizen di media sosial itu berasal dari tayangan eksklusif salah satu stasiun televisi swasta pada 19 April 2017 lalu.

Hanya saja netizen diketahui justru telah menyembunyikan fakta sebenarnya kondisi Novel Baswedan.

“Matanya kelihatanya gpp baik2 aja dan gak melepuh(gak ada bekas siraman air keras)matanya masih normal kok sekarang jd putih..” kata salah seorang warganet.

“Sama kulit wajah kok gpp …. asam basa kuat kan membakar lho …. pernah praktek buka botolnya aja keluar asap dan ruang khusus ,” ujar pemilik akun @andikoe.

“iya ya masa kl ke siram air keras kulit muka nya ga ada luka
itu yg nyiram bidikan nya keren banget tepat di mata doang
Pake sniper kah ? Sniper specialist air keras.” kata @sandra_LoveJC

Temuan warganet itu dibantah akun @PartaiSocmed yang menyebutkan kebohongan fakta yang sengaja disebar untuk menutupi kejahatan atas Novel.

“A half truth is a whole lie”.
Itulah yg dilakukan para bajer pro koruptor saat ini untuk memfitnah Novel Baswedan serta melakukan pembusukan terhadap KPK.” ujarnya.

Pertama, ungkap @PartaiSocmed, tanggal yang benar dari video tersebut adalah 19 April 2017, bukan 18 April 2017 seperti yang sengaja disebarkan oleh beberapa akun.

 

“Jadi para bajer itu ambil videonya lalu sengaja menyebutkan tanggal yg salah. Apa tujuannya?” beber @PartaiSocmed.

“Tanggal 19 Arpil 2017 adalah tanggal Pilkada DKI putaran kedua. Oleh para bajer (atas instruksi kakak pembina) tanggal video itu sengaja dimajukan jadi tanggal 18, agar “framing sandiwara” atas musibah yg dialami Novel untuk kepentingan Pilkada DKI mendapatkan pembenaran”

“Faktanya video Net tentang Novel di RS Singapore itu tanggal 19, jadi sama sekali tak mempengaruhi Pilkada DKI.”

“Kedua, sebetulnya ada dua versi video dari Net tentang liputan Novel di RS Singapore itu. Yg pertama adalah yg diedarkan kemarin itu dan yg satu lagi yg ini. Yg ada suara pengantar dari anchor Net,” ungkapnya lagi.

Di bagian akhir versi video yg ada suara achornya dikatakan “dokter Singapore General Hospital akan mengoperasi jika pertumbuhan jaringan kornea mata berjalan lambat”.
Jelas ya, mengapa video yg didaur ulang adalah video yg tanpa suara anchor.

Faktanya kondisi mata Novel memang memburuk dan akhirnya dilakukan operasi. Berikut adalah foto2 kondisi mata Novel saat operasi.

“Kondisi mata Novel memang seperti ini akibat musibah penyiraman air keras yg dialaminya. Sampai saat inu pun dia masih berobat untuk kesembuhannya.”

“Betapa teganya kita menghujat, mengolok-olok, bahkan memfitnah orang yg sedang mengalami musibah seperti itu?”

(sta/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...