Kota Depok tawarkan pendirian Kampung Turki ke Dubes Indonesia

243

JAKARTA Pemerintah kota Depok menawarkan pendirian Kampung Turki kepada Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, dalam pertemuan daring, pada Jumat pagi.

Dalam pertemuan yang diikuti Walikota Muhammad Idris dan Wakil Walikota Imam Budi Hartono, pemerintah kota Depok menilai Kampung Turki sangat menarik untuk mengenalkan masyarakat kepada bahasa dan budaya Turki, termasuk kuliner Turki.

“Kampung Turki juga akan mempererat kerja sama investasi dan perdagangan dengan Turki,” kata Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono, kepada Anadolu Agency, pada Jumat.

Sebab itu pemerintah kota Depok berencana mengundang perusahaan Turki dan yayasan Turki untuk berkolaborasi mendirikan kampung Turki di Depok.

Pasangan yang baru sehari ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih itu juga menjajaki kerja sama investasi melalui Kedutaan Indonesia di Turki.

Antara lain kerja sama pembangunan infrastruktur maupun kawasan industri di kota Depok.

“Depok mengalami ledakan penduduk sehingga perlu layanan publik dan infrastruktur yang baik,” kata Walikota Depok Muhammad Idris, dalam pertemuan tersebut.

Sedangkan di sektor perdagangan dengan Turki, pemerintah kota Depok menawarkan ekspor ikan hias dari kota itu yang selama ini sudah menembus pasar Eropa.

Pada tahun ini, kata Idris, ekonomi Depok diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, dan pada 2022 dan 2023 di kisaran 6 persen – 7 persen. “Ekonomi Depok banyak didorong oleh industri pengolahan dan jasa,” kata Idris.

Dalam pertemuan Dubes Indonesia untuk Republik Turki, Lalu Muhamad Iqbal menyambut positif inisiatif pemerintah kota Depok menjajaki kerja sama.

“Kami juga berkepentingan agar perdagangan Indonesia dengan Turki meningkat sehingga bisa surplus,” kata Lalu, dalam pertemuan tersebut.

Lalu meminta pemerintah kota Depok untuk menyiapkan proyek-proyek infrastruktur maupun kawasan industri yang sudah siap atau ‘ready to offer’ untuk ditawarkan kepada investor Turki, melalui skema kerjasama pemerintah-swata atau ‘public private partnership’ dan skema lainnya.

Dalam bidang ekspor, Lalu mengatakan akan membantu eksportir dari Depok dengan layanan analisis pasar Turki. “Siapkan dulu komoditasnya, kami akan berikan analisis pasar, prosesnya sekitar dua minggu,” kata Lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : anadolu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...