Korban Tewas Ledakan Lebanon Bertambah Jadi 135 Jiwa, Lebih dari 5.000 Luka-Luka

188
Ledakan di Lebanon

BEIRUT– Tim SAR Lebanon terus mengidentifikasi korban ledakan di Pelabuhan Beirut. Sejauh ini, korban tewas akibat ledakan mematikan itu sedikitnya mencapai 135 orang dan diperkirakan masih akan bertambah.

Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan mengatakan, ledakan tersebut juga membuat lebih dari 5.000 orang terluka. Kerusakan yang ditimbulkan membuat 250.000 orang di Beirut tidak memiliki tempat tinggal.

“Puluhan orang masih hilang,” kata Hassan, dilansir Reuters, Kamis (6/8/2020).

Ledakan di Beirut diduga kuat berasal dari bahan peledak berkekuatan tinggi. Material itu disimpan selama bertahun-tahun di sebuah gudang yang tidak aman di pelabuhan. Jangkauan dari titik ledakan mencapai 160 kilometer.

Peristiwa yang menimpa warga Lebanon memperparah kondisi negara yang dilanda perang saudara dalam 30 tahun terakhir. Apalagi, kejadian itu bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang mempersulit kehidupan masyarakat.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan, ledakan tersebut berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama 6 tahun terakhir di pelabuhan tanpa prosedur keamanan yang ketat. Material tersebut biasa digunakan untuk membuat bom dan pupuk.

Lebanon memberlakukan hari berkabung selama tiga hari atas peristiwa tersebut. Aoun saat menggelar rapat kabinet darurat menyebut, peristiwa tersebut sangat menyeramkan.

“Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa menyeramkannya apa yang menimpa Beirut tadi malam, yang menjadi kota bencana,” kata Aoun.

Dia berjanji pemerintah akan melakukan investigasi secepat mungkin. Proses tersebut akan dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Sumber Berita / Artikel Asli : iNews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...