Kompol Yuni: Saya Sering Berantem Sama Bandar Narkoba, Sampai Masuk Got

224
Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi

BANDUNG— Sisi lain Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti ada banyak. Salah satunya jago menyamar pengungkapan kasus narkoba sampai berantem masuk got.

Kompol Yuni sebenarnya punya sederet prestasi, terutama dalam hal mengungkap kasus narkoba.

Demi melakukan penangkapan, dia sering menyamar dan bertransaksi dengan bandar narkoba.

Disebabkan lihai dalam penyamaran, terkadang dia bertemu bandar narkoba sendirian, tanpa anggota polisi yang lain.

Polwan angkatan 1989 itu mengatakan, ketika menyamar ia memang tidak mudah dikenali.

Kompol Yuni memang kerap berpakaian nyentrik. Dan wajahnya memang cantik.

Dari penampilan, wajahnya terawat dan seperti perempuan masa kini.

Kompol Yuni mengaku kerap mengenakan kaus, celana levis bolong, dan sepatu converse.

Dan itu memang benar, waktu Pojoksatu.id bertugas di Polres Bogor medio 2016 lalu, Kompol Yuni memang perwira polisi yang berpenampilan menarik dan berpakaian milenial atau masa kini.

“Sering ketemu berdua (dengan bandar narkoba), pas barangnya sudah dikeluarin langsung kami lakukan penangkapan,” jelasnya seperti dilansir TribunnewsBogor.com, Jumat (19/2).

“Sering sekali gontok-gontokan kayak petinju, sampai masuk got malah,” katanya lagi .

Setelah menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Bogor, dia pun ditarik ke Polda Jabar di bagian Dit Narkoba Polda Jabar.

Saat menjabat sebagai Kanit 3 Sub Dit 2 Dit Narkoba Polda Jabar dia juga kerap menyamar.

Adapun kasus yang diungkapnya adalah kasus peredaran kokain di Bogor.

Bersama sejumlah personel jajaran Polda Jabar, ia berhasil menangkap dua orang pelaku yang membawa narkotika jenis kokain di Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2019).

Untuk menangkap kedua pelaku, Kompol Yuni bersama personel lainnya melakukan metode undercover atau menyamar selama tiga hari di Cengkareng hingga Kabupaten Bogor.

Hasilnya, pelaku berinisial AS dan YA ditangkap.

Awalnya, AS dulu yang ditangkap pada 30 Maret 2019 pada pukul 16.00 WIB di rumahnya di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dari AS, polisi menyita 20 gram kokain.

Setelah kasus itu dikembangkan, polisi pada akhirnya juga bisa meringkus YA di dekat sebuah minimarket di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekira pukul 20.00 WIB.

“Kami membuat janji dengan pelaku untuk membeli kokain tersebut. Kami pancing dengan cara kami sendiri dan mereka sama sekali tidak tahu bahwa kami polisi,” kata Kompol Yuni, Selasa (9/4/2019) kepada wartawan.

Lebih lanjut, saat itu Yuni mengatakan, harga dari kokain itu adalah Rp 50 juta dan diduga akan diedarkan di wilayah Gunung Putri Kabupaten Bogor karena banyaknya villa di daerah tersebut.

Proses penangkapan pelaku tersebut ternyata tak mudah.

Kompol Yuni berujar, ia dan timnya mendapat perlawanan secara fisik, tapi prinsipnya mereka tidak ingin targetnya lepas.

“Ya, biasalah, namanya juga orang, ya, tidak mau ditangkap, tapi kami tidak mau melepas target,” katanya saat itu.

Sumber Berita / Artikel Asli pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...