Komnas HAM Diminta Bawa Penembakan 6 Laskar FPI ke Mahkamah Internasional

847
Adegan saat empat orang laskar FPI yang diturunkan dari mobil Chevrolet Spin sebelum dibawa ke mobil polisi

 JAKARTA— Alumni 212 meminta Komnas HAM membawa kasus penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) ke Mahkamah Internasional. Alumni ini bernama Amir Hamzah.

Hal itu disampaikan oleh Senior Presidium 212, Amir Hamzah, usai bertemu dengan perwakilan Komnas HAM di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (29/12).

Amir mengaku, alumni 212 mendukung sepenuhnya pengusutan yang dilakukan oleh Komnas HAM dan berharap penyelidikan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Bahkan, Amir Hamzah meminta Komnas HAM untuk mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“Kemudian ada satu hal penting lagi, masyarakat mengharapkan bahwa masalah terbunuhnya 6 syuhada ini bisa dibawa ke Mahkamah Internasional,” ujar Amir.

Atas permintaan itu, Amir berharap Komnas HAM dapat menampung aspirasi masyarakat dengan memberikan fasilitas agar kasus tersebut bisa dibawa ke Mahkamah Internasional.

“Kita harapkan Komnas HAM dalam menghadapi masa depan perkembangan pemerintahan kita nanti, untuk menjaga kemungkinan munculnya kejahatan kemanusiaan yang pernah kita saksikan belakangan ini,” jelas Amir.

Seperti diketahui, Mahkamah Internasional adalah sebuah badan kehakiman utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Fungsi utama Mahkamah ini adalah untuk mengadili dan menyelesaikan sengketa antarnegara-negara anggota dan memberikan pendapat-pendapat bersifat nasihat kepada organ-organ resmi dan badan khusus PBB.

Ia beranggotakan lima belas orang hakim yang menjabat selama sembilan tahun dan dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan Keamanan.

Lembaga peradilan Internasional ini didirikan pada tahun 1945 dan Mahkamah ini bersidang di Istana Perdamaian, Den Haag, Belanda.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...