Komentari Pernyataan Roy Suryo soal Tawaran Koalisi, Ali Ngabalin: Saya Mau Sumpah Pocong

1698

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo memberikan pernyataan terkait kabar partainya yang kini menjalin koalisi dengan Gerindra karena alasan tawaran menduduki jabatan di pemerintahan yang lebih tinggi jika memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Mulanya, pembawa acara Liviana Cherlisa menanyakan kepada Roy Suryo terkait jawaban Demokrat jika Gerindra sepakat atas Ijtima ulama yang merekomendasikan calon wakil presiden (cawapres) yang berasal dari PKS serta dari kalangan ulama bukan dari Demokrat.

“Kalau Prabowo memilih rekomendasi ijtima ulama, milih Salim Segaf al Jufri, atau Ustaz Abdul Somad tidak apa bagi Demokrat? Lalu Demokrat dapat apa?” tanya Livi yang dikutip dari tayangan Live Kompas TV, ‘Siapa Penantang Jokowi’.

Roy Suryo menjawab jika Demokrat tidak harus mendapatkan posisi apa-apa untuk berkoalisi dengan Gerindra.

Livi kembali bertanya jika menurut informasi yang beredar, Demkokrat sebelumnya telah mendapatkan tawaran akan diberikan posisi menteri jika mau bergabung dengan kubu petahana Joko Widodo (Jokowi).

Namun, bukan menerima tawaran itu, kini Demokrat justu berbalik arah bersama dengan kubu Prabowo dan Gerindra.

Roy Suryo menjawab jika tawaran itu hanya datang dari orang lain dan bukan dari Jokowi sendiri selaku calon yang diajukan.

“Itu sudah ada tawaran dari kubu sebelah. Itu kan yang mengatakan orang lain, coba kalau yang mengatakan pak Jokowi sendiri, kita denger statementnya,” jawab Roy.

Secara bersamaan, Ali Mochtar Ngabalin selaku Tenaga Ahli Staf Kedeputian KSP pun menyambar dengan mengatakan dirinya akan sumpah pocong.

“Saya mau sumpah pocong,” jawab Ali menyambar.

“Ya silahkan,” sahut Roy Suryo.

“Saya mau sumpah pocong kalau diizinkan, mubahala, kita mubahala apakah pernyataan ini benar atau tidak. Saya mau bilang bahwa sudah ada aggrement, sudah ada gentlemen aggrement bahwa kalau mau jadi wapres itu sabar-sabar sejenak, tapi untuk kepentingan bangsa dan negara, monggo ini ada posko-poskonya, porsi-porsinya, kalau ditolak oleh Demokrat, besok saya siap mubahala,” kata Ngabalin.

Sementara itu, pembawa acara kembali bertanya pada Roy untuk kesimpulan pertanyaan awalnya terkait tidak ada permintaan khusus atau tawaran menarik dari Gerindra untuk Demokrat.

Roy Suryo pun kembali menjawab jika partainya berkoalisi karena kepentingan negara dan bukan karena keinginan akan posisi tertentu di pemerintahan.

Lihat videonya di sini:

Diberitakan sebelumnya dari Kompas.com, SBY mengakui Jokowi menawarkan kursi menteri bagi Demokrat jika bergabung dengan koalisi Pilpres 2019 dengan kubu Jokowi.

Menurut SBY, tawaran itu wajar seperti yang dia alami dulu ketika menjadi presiden.

“Pak Jokowi memang menyampaikan kepada saya kalau Demokrat di dalam, ada posisi-posisi menteri sebagaimana partai-partai lain. Menurut saya, wajar karena saya rasa demikian. Saya juga memimpin koalisi selama 10 tahun, jadi menurut saya itu wajar,” ujar SBY dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (25/7/2018) malam.

Namun, SBY menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta posisi cawapres kepada Jokowi dalam komunikasi selama ini.

Jokowi juga tidak pernah menawarkan posisi cawapres.

“Saya garis bawahi, beliau tidak pernah menawari cawapres, saya juga tidak pernah meminta posisi cawapres dan mengajukan nama siapapun sebagai cawapres,” ujar SBY.

Jadi, SBY menegaskan, Demokrat mencoba membangun koalisi dengan kubu Prabowo Subianto bukan karena tidak dapat posisi cawapres dari Jokowi.

Namun, setelah berkoali dengan Gerindra, SBY menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo untuk menentukan siapa calon wakil presiden yang akan mendampinginya.

Hal itu disampaikan SBY usai melakukan pertemuan empat mata dengan Prabowo.

“Saya sebagai pimpinan Demokrat menyerahkan penuh kepada Prabowo untuk ambil keputusan,” kata SBY dalam jumpa pers di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7/2018).

SBY hanya memberikan satu syarat kepada Prabowo.

Ia berharap cawapres yang digandeng Prabowo itu adalah sosok yang diinginkan oleh rakyat.

“Yang penting rakyat memberi dukungan yang kuat dan bisa mengemban tugas dengan baik,” katanya.

SBY berharap kepemimpinan Prabowo dan wakilnya nanti bisa mengatasi berbagai persoalan ekonomi, khususnya yang dihadapi masyarakat miskin.

Presiden kelima RI itu menyebut, saat ini setidaknya ada sekitar 100 juta rakyat miskin di Indonesia.

“Itu akhirnya Pak Prabowo mengambil keputusan nanti siapa yang akan menjadi running mate-nya, yang mampu mengatasi keadaan itu,” kata SBY.

Sementara itu, Prabowo yang berada di samping SBY merasa terhormat diberi kewenangan penuh untuk menentukan cawapres.

“Saya anggap ini kehormatan, kepercayaan yang sangat besar bagi saya,” ujar Prabowo.

SBY membangun koalisi dengan Prabowo setelah mengalami hambatan dalam penjajakan dengan kubu pendukung Joko Widodo.

Demokrat ingin agar Agus Harimurti Yudhoyono dipilih sebagai cawapres, meski hal itu bukan harga mati. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

.tribunnews.

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...