Koar-koar PKI Bangkit, Senior Sebut Gatot Nurmantyo Berlebihan

186
Gatot Nurmantyo

JAKARTA – Pernyataan Gatot Nurmantyo tentang ancaman kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia dianggap terlalu berlebihan.

Apalagi, kemunculan isu PKI dan komunis tersebut dinilai penuh nuansa politis.

Terlebih, isu tersebut diangkap dengan kesan yang mencekam dan bertujuan untuk menimbulkan ketakutan bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

“Saya sebagai pemimpin yang dilahirkan dari akar rumput bisa memahami peristiwa demi peristiwa. Mengevaluasi peristiwa demi peristiwa. Tidak mungkin (PKI) datang secara tiba-tiba,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI sebelum Gatot ini menjelaskan, setiap pergerakan yang muncul dan terbentuk pasti memiliki rangkaian yang berkaitan dengan sebelumnya.

“Jadi jangan berlebihan sehingga menakutkan orang lain,” sindir Moeldoko.

Ia menilai, besar kemungkinan bahwa isu PKI dan komunis ini merupakan komoditas untuk kepentingan tertentu.

Hal itu dilihat bagaimana cara kelompok atau personal membangun isu tersebut.

“Ada dua pendekatan dalam membangun kewaspadaan. Kewaspadaan yang dibangun untuk menenteramkan dan kewaspadaan yang menakutkan,” jelasnya.

Namun jika kewaspadaan itu dibangun secara tenteram, maka tidak akan menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

“Tetapi kalau kewaspadaan itu dibangun untuk menakutkan, pasti ada maksud-maksud tertentu. Nah, itu pilihan-pilihan dari seorang pemimpin,” jelas Moeldoko.

Moeldoko sendiri saat menjadi panglima TNI atau setelah menjabat di eksekutif memilih kewaspadaan untuk menenteramkan.

Terlebih, lanjut Moeldoko, saat ini negara tengah menghadapi pandemi COVID-19 sehingga membutuhkan solidaritas bersama.

“Di masa pandemi, membangun kewaspadaan yang menenteramkan adalah sesuatu pilihan yang bijak,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : jpnn/ruh/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...