KKB Papua Kembali Berulah, Satu Anggota Polisi Disandera dan Ditemukan Tewas

707

Seorang anggota Direskrim Polda Papua, Briptu Heidar, ditemukan tewas setelah disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (12/8/2019) siang.

Briptu Heidar ditemukan tewas tidak jauh dari lokasi penyanderaan di daerah Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan bahwa Birptu Heidar ditemukan tewas sekitar pukul 17.30 WIT, seperti dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Senin (12/8/2019).

Jenazah korban saat ini berada di Puskesmas Ilaga,Papua, untuk kemudian diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Tengah.

“Briptu Heidar ditemukan pukul 17.30 WIT dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kamal.

“Lokasinya tidak jauh dari tempat penyanderaan,” lanjutnya.

Sampai saat ini, Kamal belum dapat menjelaskan penyebab kematian anggota kepolisian itu, karena keterbatasan jaringan telekomunikasi.

Sebelumnya, Briptu Heidar disandera oleh KKB Papua saat sedang melakukan penyelidikan bersama Bripka Alfonso di wilayah Kabupaten Puncak, sekitar pukul 11.00 WIT.

Keduanya saat itu mengendarai sebuah sepeda motor.

Saat sampai di daerah Kampung Usir, Briptu Heidar dipanggil oleh seorang temannya.

Mendengar hal tersebut, Bripka Alfonso pun menghentikan laju sepeda motor.

Bripka Alfonso menunggu di atas motor, sedangkan Bripka Heidar berbincang dengan seorang temannya.

Tak disangka kemudian sekelompok orang lalu membawa Briptu Heidar.

Melihat kejadian itu, Bripka Alfonso lalu melapor ke Pos Polisi di Kago Kabupaten Puncak.

“Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso langsung kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago Kabupaten Puncak,” ucap Kamal.

Kamal menjelaskan bahwa Kapolres Puncak Jaya, Bupati dan para tokoh masyarakat Puncak berusaha melakukan negosiasi untuk bisa menemukan Briptu Heidar.

Menurut Kamal, selama ini anggotanya tidak memiliki catatan buruk dan selalu aktif berkomunikasi dengan warga setempat.

“Selain itu kami juga meminta untuk segera membebaskan anggota kami, selama ini anggota kami melaksanakan tugas di daerah tersebut tidak memiliki catatan buruk,” ucapnya.

“Tetapi selalu aktif berkomunikasi dengan warga setempat,” kata Kamal.

tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...