Kisah Fais Korban KKSB: Mualaf, Merantau ke Papua demi Bangun Rumah

80

MAKASSAR – Jenazah Muhammad Fais Syahputra (29), korban penembakan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua, disemayamkan di rumah mertuanya di Jalan Selayar, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Jumat (7/12/2018).

Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 19.30 Wita. Para kerabat bersama keluarga telah menunggunya. Isak tangis mengiringi kedatangan jenazahnya. Fais, di usianya yang masih muda meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki yang masih balita.

Di mata warga setempat, Fais dikenal sangat baik dan taat beribadah. Dia merupakan mualaf dan baru berganti nama pada 2017 lalu. Muhammad Kasim, pemuka agama di tempatnya tinggal sekaligus sahabatnya mengungkapkan niat Fais ke Papua demi masa depan keluarganya.

“Sebelum berangkat ke Jayapura sering ketemu sama saya. Saya sama Pak RT itu sahabatnya beliau. Dia bilang sama saya, ustaz saya minta pendapat ustaz, saya mau cari kerja di Papua,” kata Kasim saat ditemui di rumah mertua almarhum, Jumat malam (7/12/2018).

Kasim mengungkapkan dia sempat memberitahukan untuk berhati-hati mengingat situasi di Papua yang rawan. Ia pun menurutinya sembari mengungkapkan impiannya untuk membangun rumah untuk ditempati anak dan istrinya kelak jika sudah berpenghasilan tetap di Papua.

“Mudah-mudahan di sana 2-3 tahun saya bisa beli rumah sendiri untuk sama dengan anakku sama istriku,” ucap Kasim menirukan perkataan Fais.

Namun, impian itu gugur. Fais berpulang, ketika saat menerima peluru beruntun dari KKSB Papua. 5 Desember keluarga mendapati kepastian kabar bahwa korban yang meninggal di Papua itu salah satunya benar-benar Fais.

Jenazah Fais direncanakan akan dimakamkan Sabtu (8/12/2018). Rencananya, dia dimakamkan di pekuburan umum wilayah setempat.  rakyatku

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.