Kiai Ma’ruf Amin Dinilai Berpotensi Dampingi Jokowi

95
Kiai Ma'ruf Amin

JAKARTA – Pengamat politik Said Salahudin meyakini, sederet fenomena yang terjadi beberapa tahun terakhir menimbulkan kerisauan Presiden Joko Widodo menghadapi Pilpres 2019.

Pasalnya, sejumlah fenomena yang terjadi bermuara mengkritisi pemerintah dan parpol-parpol pendukungnya.

Mulai dari aksi bela Islam yang diikuti jutaan massa sejak 2016. Kemudian, kemenangan telak Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang didukung ulama pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Lalu, kemunculan nama Ustaz Abdul Somad (UAS), yang kerap menyuarakan pentingnya umat Islam aktif berpolitik.

“Menariknya, dalam sederet fenomena itu melebur pula kelompok ‘opisisi’ dan masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pemerintahan Jokowi. Saya kira Jokowi bisa kerepotan menghadapi calon penantang yang didukung oleh elemen-elemen di atas,” ujar Said di Jakarta, Rabu (11/7).

Meski begitu, Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) ini meyakini Jokowi dan parpol pendukungnya telah menemukan strategi yang tepat menghadapi fenomen yang ada.

Di antaranya, dengan memecah kelompok penentang. Kemudian, mengambil tokoh Islam berpengaruh sebagai cawapres Jokowi.

“Tapi pertanyaannya, siapa tokoh Islam yang memiliki pengaruh kuat, suaranya didengar umat, dan pada tingkat tertentu ikut berperan dalam serangkaian Aksi Bela Islam? Di sinilah ditemukan sosok Kiai Ma’ruf Amin,” katanya.

Menurut Said, Kiai Ma’ruf Amin ideal sebab merupakan pimpinan tertinggi pada lembaga yang menaungi ormas-ormas Islam, yaitu MUI.

Selain itu, juga petinggi NU yang merupakan ormas Islam terbesar. Suara Ma’aruf Amin juga sering dijadikan rujukan para ulama. Dalam hal ini, kata Said, suara Kiai Ma’ruf lebih didengar dibandingkan TGB Zainul Majdi.

“Saya memang mendengar nama Kiai Ma’ruf masuk dalam daftar cawapres Jokowi. Tapi dari tiga daftar yang dibuat parpol pendukung Jokowi, yaitu ‘long list’, ‘short list’ dan daftar prioritas, saya tidak tahu nama Kiai Ma’ruf terseleksi sampai daftar yang mana,” ucapnya.

Said lebih lanjut mengatakan, Kiai Ma’ruf Amin sangat berpeluang menjadi pendamping Jokowi. Namun, kepastiannya sangat bergantung peta koalisi yang dibangun pihak ‘oposisi’.

Jika karakter tokoh yang dijadikan capres-cawapres ‘oposisi’ figur yang dekat dengan para ulama, maka peluang Kiai Ma’ruf mendampingi Jokowi menjadi semakin terbuka. (gir/jpnn)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.