Ketum PSI Grace Natalie Curhat, Disebut Per*k dan Pelac*r, Takut Suami, Anak dan Ibu Tahu

490

SURABAYA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mencurahkan uneg-unegnya terkait hinaan yang selama ini kerap diterimanya.

Salah satunya, mantan presenter televisi swasta nasional itu kerap disebut perek dan pelacur.

Demikian disampaikan Grace Natalie dalam orasi politiknya di depan ratusan kader PDI di [email protected] di Jatim Expo, Surabaya, Selasa (11/12/2018).

“Katanya, politik yang ditangani pelacur, habislah sudah. Masih banyak lagi hinaan yang saya terima (di media sosial),” ungkap Grace.

Atas berbagai hinaan dan sebutan yang tak pantas itu, Grace mengaku jengah.

Ia juga tak habis pikir bagaimana blila suami, ibu, dan anaknya jika sampai membaca komentar-komentar pedas di media sosial tersebut.

Untuk itu, dia menginstruksikan semua kader PSI semakin gencar melawan politik fitnah dan hoax.

“Ketika mereka memainkan politik rendahan, kader PSI justru harus meninggikan mutu,” ajak Grace.

Dalam kesempatan itu, Grace juga menyatakan akan mengalokasikan kursi parlemen kepada para politisi perempuan.

Angka itu, terangnya, adalah yang paling tinggi di antara parpol-parpol lainnya.

Terkati ejekan dan hinaan yang kerap diterimanya itu, Garce menilai itu menjadi tantangan bagi kaum perempuan.

Menurutnya, bagaimanapun penampilan dan kiprahnya, semua perempuan akan menghadapi permasalahan yang sama, termasuk dalam dunia politik.

Karena itu, sambungnya, kaum perempuan harus tahan terhadap terpaan ganas semacam itu. Tak hanya datang dari para laki-laki, juga dari kalangan perempuan sendiri.

“Mau itu yang masih gadis. Mau yang berpakaian biasa saja atau tertutup semua, tetap saja salah. Tetap dibilang pelacur,” katanya.

(hdr/jpc/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...