Ketum JMSI Sayangkan Saleh Daulay Tak Sajikan Perdebatan Pemprov DKI Dan Pusat Soal Covid-19

366
Ketum JMSI, Teguh Santosa (kiri) saat membedah buku karya nggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Buku berjudul ‘Menghadang Corona: Advokasi Publik di Masa Pandemik’ merupakan sebuah kronik perjalanan Indonesia dalam menghadapi pandemik Covid-19 kurun waktu tujuh bulan terakhir.

“Apa yang kita alami sejak bulan Januari sampai hari ini, ini semua terangkum di sini ya, perdebatan-perdebatan itu muncul di sini,” kata Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa dalam membedah buku karya anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay tersebut di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7).

Namun dalam rangkaian yang terangkum dalam buku tersebut, CEO RMOL Network ini menkritisi tidak adanya perdebatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah pusat soal pandemik Covid-19.

Diketahui, beberapa kali kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lebih cepat dikeluarkan dalam menghadapi pandemik Covid-19. Bahkan Anies juga lebih dulu menerbitkan Pergub soal corona sebelum munculnya kasus di bulan Maret.

“Cuma, saya kayaknya tidak melihat bagian ini, bagian kompetisi politik antara pemerintah pusat dengan Pemprov Jakarta. Nanti Bung Saleh yang akan memberikan jawaban kenapa itu tidak di-zoom, karena itu juga menarik,” katanya.

Dia kembali mengingatkan sikap Pemprov DKI yang menanggapi serius virus yang berasal dari Wuhan, China ini. Perdebatan antara Pemprov dan pemerintah pusat pun terjadi, di mana pemerintah pusat tetap dengan argumennya bahwa Covid-19 tak masuk Tanah Air.

“Kasus kan sudah ada nih, tapi terjadi drama bantah-membantah dulu, baru kemudian pemerintah pusat mengatakannya tanggal 2 Maret dua kasus pertama(di Depok). Nah ini publik tidak melihat adanya indikasi persaingan, persaingan terlalu pagi barangkali,” urainya.

“Nanti, Bung Saleh bisa berikan penjelasan, kenapa itu dianggap tidak penting,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...