Ketua MUI Angkat Bicara Usai Gus Yaqut Bilang Kemenag adalah Hadiah untuk NU, Tegaskan Urusi Semua Agama

512
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis. /Instagram.com/@cholilnafis

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menanggapi pernyataan kontroversial dari  dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut soal Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Cholil Nafis menegaskan bahwa Kemenag mengurusi semua agama bahkan penganut kepercayaan sekalipun, bukan hadiah untuk NU saja.

“Indonesia hadiah dari Allah utk bangsa, dan Kementerian agama itu mengurusi semua agama bahkan kepercayaan. Bukan hadiah buat NU saja,” kata Cholil Nafis di akun Twitternya, Minggu, 24 Oktober 2021.

Selain itu, dia menambahkan mengenai tokoh-tokoh NU yang berjasa bukan hanya untuk NU saja tapi atas nama bangsa Indonesia.

“Soal Tokoh2 NU berjasa itu utk bangsa bukan hanya utk NU saja. Begitu saat Kiai Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad utk semua golongan,” ujarnya.

Cholil Nafis juga mengingatkan meski NU banyak bersentuhan dengan urusan Kemenag bukan berarti harus dikuasai orang NU.

Menurutnya, jika tiap-tiap golongan mengkapling kementerian dan lembaga negara maka semangat NKRI dan kebhinekaan akan sirna.

“Meskipun NU banyak bersentuhan dg urusan Kementerian Agama tapi tak berarti harus dikuasai oleh NU. NU itu jam’iyah sedari dulu utk semua golongan. Jika masing2 golongan mengkapling kementerian dan lembaga  negara maka semangat NKRI dan kebhinekaan akan sirna,” katanya.

Unggahan Cholil Nafis terkait pernyataan dari Gus Yaqut
Unggahan Cholil Nafis terkait pernyataan dari Gus Yaqut

Sebelumnya, pernyataan kontroversial disampaikan Gus Yaqut dengan menyebut Kemenag merupakan hadiah yang diberikan negara kepada NU bukan kepada umat Islam di Indonesia secara keseluruhan.

Hal itu ia sampaikan dalam webinar bertajuk ‘Santri Membangun Negeri’, Sabtu, 23 Oktober 2021.

“Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU secara khusus, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU,” ujar Gus Yaqut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here