Ketua Barikade Jatim Kecam Pernyataan Mantan Ketua KPU Sidoarjo

472

Ketua DPW Barisan Kader Gus Dur  (Barikade Gus Dur) Jatim Ahmad Arizal mengecam keras penyataan mantan Ketua KPU Sidoarjo Zainal Abdin yang sebelumnya menyatakan bahwa orang NU yang tidak mendukung cabup PKB adalah khianat.

Ahmad bahkan menuding Zainal orang yang stress dan tidak paham politik dan tidak mempunyai etika organisasi.

“ Saya tegaskan orang menyatakan bahwa jika tidak pilih calon yang diusung PKB dalam Pilkada Sidoarjo itu adalah orang  stres yang tidak faham politik serta tidak mempunyai etika dalam berorganisasi,” tegasnya dalam pernyataannya yang diterima duta.co,  Selasa (27/10).

Mantan Sekretaris PW Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) Jatim menambahkan,  soal dukungan ke calon bupati-calon wakil bupati Sidoarjo, Barikade Sidoarjo sudah jelas. Yakni mendukung pasangan  nomor urut 3, Kelana-Dwi Astutik.

“ Barikade  Dur Kabupaten Sidoarjo 18 Oktober 2020  sudah menentukan sikap yakni mendukung pasangan nomor urut 3 Kelana-Dwi Astutik, karena perintah DPP Barikade, dalam pilkada serentak ini, khususnya di Jatim kita tidak mendukung calon yang didukung PKB,” tegasnya.

Soal pernyataan Zainal bahwa orang NU yang tidak mendukung calon PKB sebagai khianat, Ahmad malah menuding bahwa elite PKB lah yang telah melakukan pengkhianatan. “ Maka perlu diketahuioleh Zainal Abidin malah justru para petinggi PKB lah (Imin cs) yang menjadi pengkhianat,  karena merebut PKB dari tangan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selaku Dewan Syuro DPP PKB yang juga cucu dari Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari.  Sudah saatnya PKB dikembalikan kepada keluarga Gus Dur, “ beber Ahmad.

Ahmad kemudian mengulas soal posisi NU dalam politik praktis. Menurutnya, jika melihat sejarah bahwa NU ini harus kembali kepada Khittah 1926 dan tidak boleh masuk pada urusan politik praktis bahkan urusan dukung- mendukung cabup-cawabup.

 

“NU harus berposisi mengayomi Ummat sesuai dengan tujuan utama didirikannya NU diantaranya adalah: memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jamaah dengan mengikuti pola mazhab empat: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali serta mempersatukan langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia,” jelasnya.

Lebih jauh Ahmad menjelaskan, sebagai organisasi Islam terbesar di dunia tidak boleh berafiliasi kepada salah satu partai politik karena kader NU tidak hanya ada di satu partai saja tapi kader NU berada di semua partai. “Kami berharap tidak ada ketersinggungan di masyarakat bawah dalam kepentingan berpolitik, sehingga masyarakat merasa nyaman dan bebas untuk menentukan pilihannya 9 Desember 2020 mendatang sesuai dengan hati nuraninya untuk memilih pemimpin di daerahnya masing-masing,” tegas Ahmad.

Sebagai Ketua DPW Barikade Jatim pihaknya  menghimbau kepada masyarakat Jatim jangan mudah terpancing atas ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. “Gunakanlah hak pilihnya jangan golput, pilih pemimpin yang sesuai hati nurani dan jadikan Jatim aman dari Pandemi Covid-19 yang merebak di masyarakat selama ini,”pungkasnya.

Seperti diketahui Zainal Abidin yang  saat ini menjadi tim sukses cabup-cawabup memberi pernyataan bahwa NU yang tidak mendukung calon PKB dalam Pilkada Sidoarjo 2020 maka orang NU tersebut merupakan pengkhianat.

“ Pernyataan seperti  Zainal itu adalah pernyataaan orang stre dan orang tidak paham organisasi,” tegas Ahmad mengulangi. rls.mha

Sumber Berita / Artikel Asli : DUTA

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...