Kesenjangan Miskin dan Kaya Makin Lebar di Indonesia, Salah Siapa? 

330

BANDUNG  – Angka kesenjangan antara penduduk miskin dan kaya di Indonesia saat pandemi Covid-19 semakin melebar. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, gini ratio pada Maret 2020 angkanya 0,381 meningkat  menjadi 0,385 pada September 2020.

Menggapai hal itu, Ketua Odesa Indonesia Faiz Manshur mengatakan, pemerintah termasuk para kepala daerah dan juga politisi semestinya memperhatikan persoalan ketimpangan sosial yang kian memprihatinkan.

 

“Sejauh ini pemerintah hanya memimpikan pertumbuhan ekonomi. Harapan-harapan dicetuskan dengan optimisme yang belum tentu terpenuhi. Kalaupun terpenuhi juga tidak otomatis pertumbuhan itu dinikmati warga lapisan bawah,” kata Faiz.

Menurut dia, kesenjangan sosial yang terus terjadi akibat aktor-aktor politik belum serius menggunakan kesempatan berdemokrasi untuk tujuan perbaikan hidup masyarakat lapisan bawah. Akibatnya, kesenjangan sosial masih kuat bercokol.

 

Namun Faiz Manshur menilai, memang benar kenaikan rasio gini tersebut disebabkan oleh maraknya kemiskinan akibat Pandemi Covid-19,  namun di luar hal tersebut juga disebabkan oleh program pemerintah di level daerah yang tidak mengena pada sasaran keluarga miskin.

“Harus ada usaha lebih serius untuk menolong keluarga miskin, terutama di perdesaan. Anggaran-anggaran harus dikawal lebih serius. Setiap program bukan sekadar dilepas tanpa kontrol. Dan pendataan keluarga miskin harus dipercepat karena selama ini banyak alokasi anggaran untuk orang miskin baik bantuan sosial maupun program tidak tepat sasaran,” ujar Faiz.

 

Tak hanya pemerintah, kalangan kelas menengah berpendidikan dan berkempuan ekonomi lebih juga mesti memberi perhatian kepada penduduk miskin. Bentuk perhatian yang paling baik adalah aktualisasi kegiatan sosial dengan filantropi dengan strategi gerakan sosial, bukan sekadar melempar bantuan. Sebab, menurut Faiz, banyak orang miskin yang membutuhkan panduan perbaikan hidup terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Warga kelas menengah mesti juga mengambil peran karena kekuatan negara-bangsa juga tergantung pada kelas menengahnya. Kalau kelas menengah asosial, negara bisa mengalami krisis sosial. Karena itu filantropi harus diperkuat. Pendampingan kegiatan ekonomi orang miskin, pemberian beasiswa anak miskin dan juga membangun sanitasi sangat penting untuk mewujudkan keadilan sosial,” jelas Faiz.

Sumber Berita / Artikel Asli : iNews

 

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...