Kendati Menolak, FPI Tak Akan Bubarkan ‘Jember Fashion Carnaval’

291

Jember  – Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur (Jatim) menolak keras penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC). JFC dianggap tak memberi manfaat dan lebih banyak mengandung maksiat.

Namun, FPI Jatim tidak akan melakukan aksi pembubaran JFC. Mereka justru mengembalikannya kepada kebijakan pemerintah.

“Percuma, nanti salah lagi kalau FPI melakukan aksi. Kalau FPI yang beraksi membubarkan, salah. Kalau yang lain (yang melakukan), tidak salah,” kata Ketua FPI Jatim, Habib Haidar Alhamid, Senin (5/8/2019).

Haidar hanya mengingatkan agar Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, dapat kembali kepada perannya sebagai wakil bupati untuk memberikan saran-saran yang baik kepada Bupati Jember, Faida.

“Kalau Bu Faida (Bupati Faida) mengerti agama, kalau Kiai Muqit (Wakil Bupati Abdul Muqit Arief) mengerti agama, tidak begitu. Adat mengalahkan syariat ini namanya. Ini bukan cuma adat. Tidak ada adat kita seperti (JFC) ini. Ada adat bangsa Indonesia seperti? Telanjang seperti ini,” kata Haidar.

Haidar mengecam penyelenggaraan JFC yang dilangsungkan pada hari Minggu (4/8). Ia menilai, acara itu banyak mengumbar aurat. JFC memang sedang ramai dibicarakan di media sosial, terutama karena adanya penampilan seksi dari artis Cinta Laura.

“Sekarang kalau ada yang membela JFC dan menyalahkan omongan saya, suruh introspeksi dan ketemu saya. Ayo mau ngomong apa?” kata Haidar.

Dengan tegas, dia menyebut JFC sebagai bentuk kemungkaran. JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya.

Haidar meminta agar Pemkab Jember lebih berkonsentrasi pada pendidikan yang baik. Ia mencontohkan perlunya membesarkan kegiatan yang lebih bermanfaatkan, seperti lomba tilawah atau membaca Alquran. [wir/suf](beritajatim.com)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here