Kasusnya Diungkit Habib Rizieq, Ade Armando: Kalau Dia Gak Salah Kenapa Harus Takut?

231
Ade Armando

Direktur Komunikasi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Ade Armando menanggapi adanya pernyataan Habib Rizieq Shihab (HRS) saat kembali pulang ke Indonesia.

Setiba di Indonesia, Habib Rizieq mengaku mendengar adanya kabar kasusnya akan kembali dibuka.

Adanya kabar tersebut lantas membuat ia mempertanyakan kasus apa yang masih menjeratnya.

“Ini saya belum apa-apa. Nanti Habib Rizieq akan kita buka kasusnya. Wah, ini apa-apaan, sudahlah. Jangan buka kasus yang tidak ada,” kata Rizieq dalam YouTube Front TV.

Kemudian, Rizieq mempertanyakan nasib laporan terhadap sejumlah pihak, seperti Ade Armando, Denny Siregar, dan Abu Janda yang hingga saat ini tak diproses penegak hukum.

Padahal, Rizieq mengklaim, kasus mereka berkaitan dengan penistaan agama hingga penistaan ulama.

“Itu kasus yang dilaporkan masyarakat penistaan agama, penistaan ulama kenapa kau tak periksa dulu? Kenapa kau biarkan. Kenapa Denny Siregar dibiarkan, Ade Armando kau biarkan, kenapa Abu Janda kau biarkan. Siapa yang salah proses,” beber Rizieq Shihab.

Rizieq menilai, jika hal tersebut terus dibiarkan akan menjadi ‘bom waktu’ yang menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat.

Adanya pernyataan Rizieq Shihab ini membuat Dosen Universitas Indonesia Ade Armando menanggapinya.

Dilansir dari tayangan Kompas TV pada Selasa (17/11), Ade Armando menjelaskan, ia juga kerap kali mengkritik kinerja pemerintah.

“Saya sudah ingatkan pemerintah tentang UU Cipta Kerja Omnibus Law. Kritik tentang Menteri Kesehatan tentang penanganan virus corona,” ucap Ade Armando.

Ade menyatakan, kritik yang dilemparkan ke pemerintah itu dengan mempertimbangkan batasan-batasan tertentu.

“Bagi saya Jokowi itu presiden terbaik Indonesia versi Ade Armando,” imbuh Ade Armando.

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).Lihat gambar di aplikasi hemat data hingga 80%.
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019). ((KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA))

Meski mengaku mendukung Jokowi, Ade mambantah menjadi buzzer.

“Kalau kita influencer, bukan buzzer,” beber Ade Armando.

Lebih lanjut, Ade Armando menilai, sosok Rizieq Shihab bisa saja masih berada di Arab Saudi jika masih diperbolehkan.

“Ingat juga kasusnya walaupun sudah SP3, masih bisa dihidupkan kembali. Kemarin polisi bilang penyebar chat gak ditemukan sehingga dihentikan, tetapi kalau sudah ketahuan ya bisa dibuka lagi. Belum kasus lainnya,” ucap Ade Armando.

Ade menyatakan, pernyataan Rizieq Shihab mengenai dirinya yang tak pernah diproses hukum itu merupakan hal yang salah.

“Itu salah sekali Rizieq. Barangkali anda dan wartawan juga tahu saya berulang kali dipanggil polisi untuk menjelaskan kasus tersebut. Polisi menganggap tak ada perkara yang cukup untuk dilanjutkan ke pengadilan,” terang Ade Armando.

Meski demikian, Ade Armando mengaku memiliki sikap berbeda dengan Sule ketika menghadapi sebuah kasus.

“Bedanya saya dengan Rizieq, saya gak kabur dan tak lari. Kenapa kasus Rizieq tak dilanjutkan? karena dia kabur. Harusnya kalau dia gak salah kenapa harus takut?” imbuh Ade Armando.

Ade menyatakan, selama ini ia berusaha untuk melawan kelompok intoleran dan kelompok yang menindas minoritas serta membahayakan demokrasi.

“Kebetulan orang tersebut lazimnya juga bersebrangan dengan Jokowi. Kita kritik itu,” aku Ade Armando.

Pertemuan petinggi PKS dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di di kediamanya, Petamburan, Jakarta, Rabu (11/11/2020).Lihat gambar di aplikasi hemat data hingga 80%.
Pertemuan petinggi PKS dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di di kediamanya, Petamburan, Jakarta, Rabu (11/11/2020). (Istimewa/Dokumentasi Acara)

Lebih lanjut, Ade Armando meminta HRS agar tidak terlalu tajam mengkritik sebelum melihat hasil kerja pemerintah.

“Terus ada kabar kalau saya, Abu Janda dan Denny Siregar dilindungi pemerintah itu omong kosong. Saya percaya aparat penegak hukum punya data untuk menyelidiki dan membawa dia ke jalur pengadilan,” ujar Ade.

Menurut Ade Armando, orang yang bersalah baik oposisi maupun pendukung Jokowi harus siap diproses hukum.

“Negara tak boleh kalah oleh siapapun, harus berlaku sama di mata hukum,” aku Ade Armando.

Sumber Berita / Artikel Asli : Opera News

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...