Kasus UU ITE Polri Utamakan Mediasi, Ustaz Tengku Zulkarnain: Asal Jangan Hanya Untuk Selamatkan Abu Janda Dkk Pak

191
Abu Janda

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengedepankan mediasi dalam menangani kasus-kasus terkait UU ITE. Pelaku tidak perlu ditahan jika tidak berpotensi menimbulkan konflik luas di masyarakat.

“Bila perlu, kalau memang tidak berpotensi menimbulkan konflik horizontal, nggak perlu ditahan, lakukan mediasi,” kata Kapolri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri, Selasa di Jakarta (16/2).

Kasus-kasus yang tidak berpotensi memicu konflik horizontal misalnya terkait dengan pencemaran nama baik. Kasus semacam ini sebaiknya dilakukan proses edukasi.

“Hanya pencemaran nama baik, kalau bisa dilakukan edukasi, laksanakan edukasi dengan baik,” ujarnya.

Namun, Kapolri akan tegas menindaklanjuti kasus rasisme yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Contohnya seperti kasus dugaan rasisme yang dilakukan Ambroncius Nababan terhadap mantan Anggota Komnas HAM Natalius Pigai.

“Misalnya isu soal Pigai kemudian muncul reaksi mereka bergerak, yang seperti itu tentu harus diproses tuntas,” katanya.

Sementara untuk kasus UU ITE yang lain tidak perlu dilakukan upaya penindakan selama hal itu tak berpotensi menimbulkan konflik luas di masyarakat.

“Bila perlu kalau memang tidak berpotensi menimbulkan konflik horizontal, enggak perlu ditahan, proses mediasi,” katanya.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain menyambut baik hal ini. Namun dia berpesan kebijakan ini jangan hanya untuk menyelamatkan Abu Janda dan kawan-kawannya.

“Asal jangan hanya utk selamatkan Abu Janda dkk pak…” kata Tengku Zulkarnain di Twitternya, Rabu(17/2).

Menurutnya, jika saja kebijakan ini diterapkan jauh-jauh hari maka Ustaz Maaher tidak akan wafat di tahanan Bareskrim Polri.

“Kalau dari kemarin begitu mungkin ustadz Maher at-Thuwailibi tidak wafat di tahanan Bareskrim, pak.Semoga lah tulus… Amin…” postingnya.

Seperti diketahui Ustaz Maaher meninggal dalam kondisi sakit di Rutan Bareskrim Polri setelah ditahan dalam dugaan kasus ujaran kebencian kepada Habib Luthfi bin Yahya.

Ustadz Maheer dilaporkan ke polisi oleh Muannas Alaidid yang mengaku sebagai kuasa hukum Habib Luthfi Bin Yahya, pada Senin 16 November 2020.

“Habib Luthfi Bin Yahya melalui kuasa hukumnya, Muannas Alaidid telah resmi melaporkan Maheer At-Thuwailibi ke Bareskrim Polri,” kata Muannas Alaidid seperti dilansir Okezone, Selasa (17/11/2020).

Laporan Muannas diterima pihak kepolisian teregistrasi dengan nomor LP/B/0649/XI/2020/BARESKRIM tertanggal 16 November 2020 terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media eletronik dan atau hatespeech.

Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Argo Yuwono, menyebut Ustadz Maaher dijerat dengan Pasal UU ITE.

“Pasal yang disangkakan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Argo.

Ustaz Maaher kemudian ditangkap pada pukul 04.00 WIB oleh Bareskrim Polri. “Memang benar tadi pagi jam 4 subuh tim Bareskrim Polri terutama cyber telah melakukan penangkapan di daerah Bogor,” kata Argo.

Ustaz Maaher kemudian langsung ditahan pada saat itu juga setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu terkait Abu Janda atau Permadi Arya, pegiat medsos tersebut dilaporkan oleh DPP KNPI atas kasus rasialisme atas mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.  Abu Janda juga dilaporkan terkait kasus ujaran kebencian dengan menyebut Islam Arogan di media sosialnya.

Pemilik nama Heddy Setya Permadi itu sudah beberapa kali dipanggil oleh Bareskrim Polri tapi hingga kini masih melenggang bebas. (EP)

Sumber Berita / Artikel Asli : INDONESIA INSIDE

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...