Kasus Robertus Robet, Pengunggah Video Bakal Dipidanakan

368

JAKARTA- Dosen Univesitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan kepada institusi TNI saat berorasi dalam Aksi Kamisan 28 Februari lalu.

Peningkatan status dari terperiksa menjadi tersangka ini diklaim polisi sudah sesuai prosedur. Tak sampai disitu, Polisi juga sedang mendalami penyebar vidio orasi aktivis HAM itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas penyebar video tersebut. Saat tim Cyber Mabes Polri melakukan profiling.

Namun, penyidik sedang mendalami, apakah ada unsur pidana atau tidak.

“Secara teknis sudah dilakukan Dit Siber akun yang menyebarkan melalui facebook, youtube, dan twitter. Sudah diprofiling,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).

Menurut Dedi, saat ini penyidik sedang mendalami unsur pidananya.

“Kalo sudah jelas, baru nanti disampaikan. Kalau ada pelanggaran pidana, Jadi artinya langkah Gakum itu semua betul melalui gelar perkara,” tuturnya.

Tak hanya itu, penyidik juga akan undang ahli ITE juga ahli hukum pidana untuk mendalami pengunggah video tersebut.

“Apabila masuk kontruksi hukum, maka secara pro penyidik akan menindak seperti halnya penyebar berita hoax lainnya seperti kasus 7 kontainer, kasus hoaks tiga ibu ibu di Bandung . Proses hukum berlaku secara fakta,” tegasnya.

Untuk diketahui, video aksi Robet di Aksi Kamisan beberapa pekan lalu itu menuai kontroversi dan kritik di media sosial. Dalam video itu, Robet dituding telah mengkritik dan menghina TNI. Aksi Kamisan adalah unjuk rasa memperjuangkan penegakan hukum dan hak asasi manusia setiap pekan di depan Istana Negara.

Robertus mengatakan pada Aksi Kamisan Kamis pekan lalu itu dirinya memang menyanyikan sebuah lagu. Lagu tersebut, kata dia, merupakan lagu yang populer saat gerakan mahasiswa tahun 1998.

(fir/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...