Karni Ilyas Sampaikan Pesan untuk Dirut PLN soal Pemadaman Listrik, Sebut soal 2 Hari Baru Dilantik

558

Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC)Karni Ilyas membacakan pesan untuk Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

Hal ini disampaikan Karni Ilyas terkait padamnya listrik di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah, pada Minggu (4/8/2019).

Dikutip TribunWow.com, hal ini diungkapkan Karni Ilyas saat membuka program tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) dengan tema ‘Listrik Mati, PLN Dihujat’, dari saluran YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (7/8/2019).

“Seperti yang kita alami oleh sebagian besar penduduk di Jawa Barat, Jabodetabek, Banten bahkan sampai Jawa Tengah. Listrik padam. Pada hari Minggu (4/8/2019) yang lalu,” ujar Karni Ilyas.

“Pertama, mungkin konsumen mengira padamnya atau matinya satu jam dua jam ternyata berkelanjutan. Jakarta walaupun hari libur jadi terasa lumpuh. MRT berhenti total mendadak, sehingga ada 4 MRT yang terjebak di terowongan sehingga perlu dievakuasi,” paparnya.

“Tidak hanya itu komunikasi juga seolah mati dan berhenti karena sinyal yang ada sangat sedikit. Tidak hanya itu berlangsung sampai Senin (5/8/2019), perbankan itu juga macet, ATM tidak bisa dipakai di bank, susah karena ada komputer yang sudah mati dua kali, itu lemot. Sehingga layanannya hampir terhenti.”

“Bahwa begitu tergantungnya masyarakat zaman sekarang kepada listrik, dan ini bukan lagi jadi vital. Sudah jadi nyawa kedua bagi publik. Kalau itu tidak heran kalau keluhan bermunculan, trending topic di medsos,” papar Karni Ilyas.

“Korban dari kasus ini, selain dari masifnya angkutan tertunda, kereta api yang ke Jawa pun tertunda berjam-jam karena lampu mati.”

“Yang mengenaskan ada banyaknya kebakaran yang terjadi karena sudah lama masyarakat tidak pakai lilin atau lampu minyak dan ketika mati listrik, mereka terpaksa pakai lilin dan minyak dan tidak cukup pengamanan,” sebut Karni Ilyas.

“Dan belasan kebakaran itu juga terjadi beberapa korban jiwa karena terbakar bersama rumahnya dan juga harta benda yang habis.”

Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas membacakan pesan untuk Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.
Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas membacakan pesan untuk Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani. (Capture Youtube Indonesia Lawyers Club)

“Jadi kerugian masyarakat tidak hanya, tidak ada penerangan, air mati, telekomunikasi mati, transportasi tidak nyala tapi juga banyak yang kehilangan nyawanya. Karena itu lah PLN jadi sasaran,” ujar Karni Ilyas.

Karni Ilyas pun berterimakasih kepada Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani yang mau menjadi narasumber ILC.

“Mudah-mudahan bisa mengkarifikasi dan menjelaskan apa yang terjadi,” sebutnya.

Karni Ilyas juga menyampaikan rasa kasihannya kepada Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

Hal ini karena Sripeni Inten baru saja dilantik menjadi direktur utama pada Jumat (2/7/2019) dua hari sebelum pemadaman masif terjadi.

“Saya juga prihatin karena ibu PLT direktur utama PLN ini baru diangkat hari jumat hari minggu kejadian,” ujar Karni Ilyas.

Karni Ilyas juga mendoakan semoga awal yang buruk untuk Sripeni Inten bisa menjadi hal yang baik di PLN.

Lihat videonya:

Diberitakan sebelumnya, wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah mengalami pemadaman listrik pada Minggu (4/8/2019).

Dari rilis yang diterima TribunWow.com, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memohon maaf atas pemadaman yang terjadi akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV, yang mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka.

Selain itu terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah Area Jawa Barat.

“Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,” tutup Made.

Pengaturan penormalan dilakukan dari UP2B untuk meminimalisir pemadaman.

.tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...