Karaokean di jam kerja, Bupati Bogor copot kepala puskesmas, ‘mungkin stress….’

383
Bupati Bogor Ade Yasin saat melakukan sidak ke Puskesmas Situ Udik. Foto: Ist

Kasus video viral petugas Puskesmas Situ Udik di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang asyik berkaraoke saat jam kerja berbuntut panjang. Kepala Puskesmas dan dua stafnya dicopot dari jabatannya oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

“Sudah dicopot. Kepala puskesmas dan juga dua stafnya yang berkaraoke,” ujar Ade Yasin, seperti dilansir dari Okezone, Selasa (13/7/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina enggan mengomentari lebih jauh perihal pencopotan tersebut. Yang pasti, peristiwa di Pusekesmas Situ Udik menjadi pelajaran bagi semua fasilitas kesehatan terutama di masa PPKM Darurat.

“Kalau sudah Bupati yang bicara gimana. Kan Bupati langsung sidak ke sana. Pastinya dengan kejadian kemarin Dinkes akan mengawasi lebih ketat lagi. Agar semuanya paham PPKM Darurat,” kata Mike.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mendatangi Puskesmas Situ Udik pada Sabtu 10 Juli 2021. Politikus PPP itu meminta penjelasan sekaligus menegur puskesmas usai viralnya video petugas yang karaoke.

Diketahui, petugas yang karaoke di dalam Puskesmas tersebut menggunakan alat pengeras suara untuk memanggil pasien. Dengan alasan mengisi waktu menjelang jam pulang kerja.

Video viral petugas Puskesmas Situ Udik yang tak mau melayani pasien dan terdengar suara karaoke. Foto: tangkapan layar Instagram
Video viral petugas Puskesmas Situ Udik yang tak mau melayani pasien dan terdengar suara karaoke. Foto: tangkapan layar Instagram

“Tadi kalau memang ada alat karaokenya mau saya sita, tapi ternyata tidak pakai alat karaoke tapi pakai alat sound system yang buat manggil pasien. Mungkin karena stres atau apalah mereka. Tapi itu tetap salah dilakukan di jam kerja, kalau Jumat sampai jam 11, tapi ada yang jaga,” kata Ade.

Jangan ada lagi

Terkait dua wanita dalam video viral, Ade menuturkan, satu diantaranya adalah ibu hamil yang menanyakan layanan kesehatan. Sedangkan, wanita satu lagi perekam video yang mengaku positif Covid-19.

“Yang ibu hamil menanyakan BPJS Kesehatan, karena dia tinggal di Cemplang, BPJS-nya bisa dipakai dimana. Nah, yang videoin katanya yang positif. Jadi yang hamil nggak positif, hanya nanya BPJS. Kami sedang cari kalau positif  si perekam apakah dia isolasi atau nggak,” papar Ade.

Bupati Bogor berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang di seluruh puskesmas atau layanan kesehatan lain di Kabupaten Bogor.

“Tidak boleh terjadi lagi seperti ini. Satu peristiwa sudah cukup bagi kita. Semua Puskesmas sudah baik, satu saja yang bikin kesalahan, Puskesmas yang lain terluka. Jangan ada lagi,” tutur Ade Yasin.

Seperti diketahui pada Jumat pekan lalu, beredar video viral di banyak jejaring sosial Instagram berdurasi 1 menit 43 detik yang menunjukkan warga yang akan melakukan pemeriksaan di Puskesmas Situ Udik.

Satu warga yang mengadu dinyatakan reaktif antigen dan satunya lagi merupakan seorang ibu yang tengah hamil. Warga ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dari puskesmas tersebut, tapi disayangkan Puskesmas Situ Udik dalam keadaan tertutup dengan suara musik yang diduga tengah melakukan karaoke di dalam puskesmas.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here