Kapolri Warning Keras yang Mau Demo di Pelantikan Jokowi: Mohon Maaf, Ada yang Idealis, Ada yang…

274

 JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan tak akan memberikan izin kepada siapapun menggelar aksi unjukrasa jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024.

Karena itu, Kapolri mewanti-wanti kepada pihak manapun, agar mengurungkan niat menggelar demo.

Demikian disampaikan Kapolri usai Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Pengamanan Pengambilan Sumpah Serta Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

“Meski tidak ada istilah perizinan, yang pertama kami ingin memberikan imbauan kepada masyarakat untuk sebaiknya tidak melakukan mobilisasi massa,” wantinya.

Berdasarkan analisis psikologi massa, bebernya, kumpulan orang dalam jumlah banyak akan mudah berbuat rusuh dan anarkistis.

“Pengalaman kami beberapa kali terjadi (seperti itu),” ujar Tito.

Faktanya, aksi yang dilakukan mahasiswa di siang hari aman lantas berubah saat menjelang malam hari.

“Adik-adik mahasiswa pada siang hari, aman saja, malamnya mulai lempar batu, bakar-bakaran, ada senjata mematikan, berbahaya, merusak fasilitas umum,” katanya.

Karena itu, pihaknya memilih untuk melakukan tindakan pencegahan terjadinya kemungkinan buruk pada saat pelantikan presiden nanti.

Yakni, dengan menggunakan diskresinya untuk tidak mengizinkan unjuk rasa yang dikhawatirkan berkembang menjadi kerusuhan.

“Kalau aman-aman saja kami no problem. Tetapi demo belakangan ini, mohon maaf, ada yang idealis, ada juga yang memanfaatkan ini untuk kepentingan sendiri,” tegasnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, lanjutnya, Korps Bhayangkara itu tak mau kecolongan dan mengambil risiko.

“Kami tidak mau menanggung risiko bangsa dicap buruk,” tegasnya lagi.

 

Tito menekankan, momen pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019, akan menjadi peristiwa yang disorot dunia internasional.

“Ini (pelantikan presiden) momentum untuk menunjukkan ke dunia internasional bahwa kita bangsa yang besar, tertib dan damai,” tekan dia.

Untuk diketahui, sebanyak 30 ribu personel TNI-Polri akan disiagakan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat saat pelantikan nanti.

Selain itu, ribuan personel gabungan lainnya akan melakukan penyisiran di ring satu dan ring dua untuk menjamin kelancaran pelantikan.

 

Aparat keamanan juga diminta untuk selalu mewaspadai berbagai perkembangan situasi di lapangan.

Tak kalah penting, mereka juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

(ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here