Kapitra Minta Ijtimak Ulama II Batal dan Kembali Pada Alquran

337
Politikus PDIP Kapitra Ampera

Jakarta — Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera meminta Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama membatalkan rencana penyelenggaraan acara Ijtimak Ulama jilid II.

Menurutnya, Ijtimak Ulama II hanya akan melahirkan kekecewaan karena diselenggarakan untuk menyatakan dukungan terhadap bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta mengikatnya dengan sebuah kontrak politik.

“Saya minta batalkan Ijtimak Ulama II, kalau cuma mau dukung Prabowo dan Sandi dengan kontrak politik, antum (kalian) pasti kecewa,” kata Kapitra saat memberikan keterangan pers di salah satu hotel di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Sabtu (15/9).

Dia pun menyatakan GNPF Ulama harus konsisten pada hasil Ijtima Ulama pertama yang telah menyatakan dukungannya pada calon presiden dan wakil presiden berlatar belakang profesi ulama.

Menurutnya, GNPF Ulama tidak boleh bersikap kompromi terhadap keputusan itu apalagi dengan menggelar Ijtimak Ulama II yang ia duga akan menyatakan dukungan pada pasangan calon presiden bukan berlatar ulama, Prabowo-Sandi.

“Ijtimak Ulama, kalau konsisten ulama seharusnya didukung ulama jadi wakil presiden,” katanya.

Dia juga meminta GNPF Ulama berpedoman kembali pada kitab suci Alquran. Menurutnya, bila Ijtimak Ulama II hanya digelar untuk mendukung Prabowo-Sandi maka umat Islam telah terpolarisasi untuk kepentingan politik tertentu.

GNPF Ulama akan menggelar Ijtimak Ulama jilid II pada Minggu (16/9) untuk menentukan sikap dan arah dukungan para ulama terkait Pilpres 2019 mendatang.

Ketua GNPF Ulama Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan satu hari penuh itu sedikitnya akan mengundang 1000 orang ulama dan tokoh nasional. Prabowo-Sandi pun dipastikan akan ikut hadir bersama sejumlah sekjen partai koalisinya di acara ini.

Nantinya para ulama akan membahas sejauh mana peran mereka utuk memenangkan pasangan ini serta komitmen dari Prabowo dan Sandi. Jika kedua pihak sudah setuju maka akan diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas oleh pasangan calon presiden., CNN Indonesia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here