Kalau Satu dari Empat Tanda Ini Muncul, Selat Sunda Terjadi Tsunami Lagi

996
Gunung Anak Krakatau erupsi

Tsunami di Selat Sunda belum selesai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap empat aktivitas Gunung Anak Krakatu yang bisa memicu tsunami.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada dalam status siaga level III. Beberapa hari belakangan ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat. Dikhawatirkan bakal terjadi tsunami lagi.

Ketua Ikatan Ahli Tsunami Gegar Prasetya mengatakan sudah melihat citra satelit kondisi Gunung Anak Krakatau. Saat ini dimensi gunung yang ada di Selat Sunda itu sudah tinggal seperempat.

“Semalam saya dapat citranya, aktifnya sepertinya semalam. Sekarang cuma seperempat, cuma sekitar segitu,” kata Gegar seperti dikutip dari Detikcom, Kamis (27/12/2018).

Apakah akan terjadi tsunami susulan atau tidak, katanya, salah satunya dilihat dari dimensi Gunung Anak Krakatau. Apakah volcanonya masih komplet atau tidak, sangat menentukan seberapa besar tsunami yang bisa dibangkitkan.

Makanya, kata dia, penting untuk memiliki batimetri atau penampakan dimensi gunung di bawah air. Itu bisa diketahui dengan melakukan observasi langsung ke lokasi.

Gegar menjelaskan ada empat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dapat memicu terjadinya tsunami. Rinciannya berikut ini:

1. Erupsi

Erupsi bisa menyebabkan terjadinya guguran material yang memicu terjadinya longsor dalam laut. Selain itu erupsi yang kuat bisa memunculkan getaran yang kuat hingga kemudian memicu terjadinya gelombang air.

Gunung api aktif dipastikan mengalami erupsi. Letusan biasanya datang dari kolaps kolom atau guguran lava pijar yang jatuh. “Bila getarannya kuat, kalau menyemburkan dia meledak, kalau meledak akan menghasilkan getaran dari tekanan,” ucap Gegar.

2. Kolaps

Mekanisme kedua yakni kolaps atau rontoknya dinding gunung. Kondisi ini terjadi seperti pada Sabtu (22/12/2018) lalu. Gegar menyebut kondisi ini sebenarnya yang paling potensial menyebabkan tsunami. Namun, lanjutnya, perlu dipastikan dimensi Gunung Anak Krakatau saat ini.

3. Piroklastik

Potensi ketiga yang bisa memicu tsunami ialah piroklastik. Piroklastik adalah aliran letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan.

4. Meledak Eksplosif

Tsunami bisa terjadi jika Gunung Anak Krakatau meledak secara eksplosif. Namun, Gegar yakin Gunung Anak Krakatau tak berpotensi meledak seperti ledakan dahsyat 1883 lalu.

Alasannya karena dimensinya masih kecil cuma 2 km x 2 km. Pada tahun 1883, dimensi gunungnya 7 km dan masih ada tubuh gunungnya belum pecah waktu terjadi letusan besar. rakyatku

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here