Jumlah warga Korsel yang meninggal bertambah usai mendapat vaksin flu

1041460

KORSEL. Upaya  Korea Selatan (Korsel) untuk menambah daya tahan atau imunitas warganya atas pandemi corona atau covid-19 dengan pemberian vaksin flu terhadang.

Jumlah warga Korsel yang meninggal dunia usai menerima vaksin  flu bertambah menjadi 13 orang. Bertambahnya jumlah korban meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pemberian vaksin flu tersebut.

Merujuk pemberitaan Yonhab,  awalnya, jumlah warga yang meninggal sebanyak sembilan. Pada Kamis (22/10), kantor berita Yonhap kembali melaporkan penambahan empat orang meninggal setelah divaksinasi dengan vaksin flu.

Baca Juga: Jumlah korban tewas pasca disuntik vaksin flu di Korsel makin bertambah

Meski ada penambahan korban jiwa, otoritas kesehatan Korsel menyebut belum ada rencana menangguhkan vaksinasi  flu terhadap 19 juta orang.

Upaya ini dilanjutkan karena dari investigasi awal tidak ada keterkaitan antara kematian penerima vaksin dengan vaksin itu sendiri. Dikutip dari Reuters, Kamis (22/10) seorang pejabat Korsel menyebut, tidak ada zat beracun dalam vaksin flu.

Meski begitu, program vaksin flu Korsel sempat ditangguhkan selama tiga pekan, menyusul ditemukannya lima juta dosis vaksin yang terpapar suhu ruangan.

Untuk menjaga suhu vaksin, vaksin seharusnya dalam kondisi beku. Diduga vaksin-vaksin terpapar suhu ruangan saat akan didistribusikan ke fasilitas medis.

Pemerintah Korsel memperluas program vaksinasi flu dengan tujuan mencegah komplikasi terkait pandemic corona atau COVID-19.

Sejak 13 Oktober, ada 8,3 juta warga Korsel menerima vaksin flu. Kurang lebih 350 penerima vaksin merasakan reaksi tidak baik usai divaksin.

Korea Selatan Kelabakan Lihat Warganya Meninggal Satu Persatu Usai Disuntik Vaksin

Sumber Berita / Artikel Asli : Kontan

Korea Selatan Kelabakan Lihat Warganya Meninggal Satu Persatu Usai Disuntik Vaksin

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, teks yang menyatakan 'BANGKAPOS. Home Pemilu Sabtu, Home lovember 2020 Kesehatan Otomotif Q Cari Network Techno Ikuti Kami Kesehatan Login Indeks Berita Health &Concerns Korea Selatan Kelabakan Lihat W arganya Meninggal Satu Persatu Usai Disuntik Vaksin Jumat, Oktober 202022:03 berita POPULER Ilmuwan Jepang temukan mbuhkan rambut hitungan hari! Streaming Nggak Remote Dulu! in Penyebab erceraian -pemberian-vaksin.jpg KalinaT Terbongkan Gegar... DemiMendapatkan Sakral Israel Sampai Kerahkan Mossa..'

Korea Selatan jadi salah satu negara yang aktif melakukan penanganan wabah virus corona.

Bahkan banyak cara sudah dilakukan negeri tersebut selama menghadapi wabah yang sudah menyebar selama hampir setahun ini.

Salah satu cara yang paling nekat adalah menggunakan vaksin flu sebagai peningkat daya tahan tubuh warganya di tengah pandemi.

Upaya Korea Selatan (Korsel) untuk menambah daya tahan atau imunitas warganya atas pandemi corona atau covid-19 dengan pemberian vaksin flu terhadang.

Jumlah warga Korsel yang meninggal dunia usai menerima vaksin flu bertambah menjadi 13 orang.

Bertambahnya jumlah korban meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pemberian vaksin flu tersebut.

Merujuk pemberitaan Yonhab, awalnya, jumlah warga yang meninggal sebanyak sembilan.

Pada Kamis (22/10), kantor berita Yonhap kembali melaporkan penambahan empat orang meninggal setelah divaksinasi dengan vaksin flu.

Meski ada penambahan korban jiwa, otoritas kesehatan Korsel menyebut belum ada rencana menangguhkan vaksinasi flu terhadap 19 juta orang.

Upaya ini dilanjutkan karena dari investigasi awal tidak ada keterkaitan antara kematian penerima vaksin dengan vaksin itu sendiri.

Dikutip dari Reuters, Kamis (22/10) seorang pejabat Korsel menyebut, tidak ada zat beracun dalam vaksin flu.

Meski begitu, program vaksin flu Korsel sempat ditangguhkan selama tiga pekan, menyusul ditemukannya lima juta dosis vaksin yang terpapar suhu ruangan.

Untuk menjaga suhu vaksinvaksin seharusnya dalam kondisi beku. Diduga vaksin-vaksin terpapar suhu ruangan saat akan didistribusikan ke fasilitas medis.

Pemerintah Korsel memperluas program vaksinasi flu dengan tujuan mencegah komplikasi terkait pandemic corona atau COVID-19.

Sejak 13 Oktober, ada 8,3 juta warga Korsel menerima vaksin flu. Kurang lebih 350 penerima vaksin merasakan reaksi tidak baik usai divaksin.

Relawan Uji coba Vaksin Covid-19 di Brasil Meninggal Dunia

Relawan uji coba vaksin Covid-19 meninggal dunia, seusai disuntik vaksin dari perusahaan farmasi AstraZeneca Brasil pada minggu pertama September 2020,,

Pengembangan vaksin Covid-19 bekerja sama dengan Universitas Oxford dan harus menghentikan proses uji coba karena dua peserta yang ikut serta dalam uji coba mengalami dampak buruk.

Setelah itu, uji coba di negara lain dihentikan, memicu kekhawatiran atas keamanan vaksin.

Uji coba dimulai setelah pemerintah Inggris memberikan vaksinasi tersebut, dimulai di India dan Brasil juga.

Otoritas AS, bagaimanapun, belum melanjutkan persidangan, lansir HindustanTimes, Kamis (22/10/2020).

Kemudian seorang relawan meninggal di Brazil, tapi persidangan tidak akan dihentikan.

Inilah yang tentang kasus terbaru:

1. Rincian peserta uji coba vaksin adalah informasi rahasia.

Rincian penyakit, jika mungkin berkembang, juga tidak diungkapkan.

Surat kabar Brasil melaporkan orang tersebut adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang menangani pasien Covid-19.

2. Laporan menunjukkan orang tersebut terdaftar sebagai peserta untuk uji coba yang sedang berlangsung.

Tetapi belum ada suntikan vaksin kandidat yang diberikan.

3. Oleh karena itu, persidangan belum dihentikan.

“Semua peristiwa medis yang signifikan dinilai dengan cermat oleh penyelidik uji coba, komite pemantau keamanan independen, dan pihak berwenang.”

“Penilaian ini tidak menimbulkan kekhawatiran tentang kelanjutan studi yang sedang berlangsung, ”kata AstraZeneca.

4. Tapi berita seperti itu menyebabkan ketakutan di antara orang-orang.

5. Johnson dan Johnson yang memproduksi jutaan suntikan vaksin di Amerika Serikat telah menghentikan uji coba karena salah satu peserta melaporkan penyakit yang tidak terduga.

Sejauh ini, tiga uji coba vaksin telah dihentikan, selain AstraZeneca (dilanjutkan di tempat lain selain AS) dan Johnson & Johnson, uji coba pengobatan antibodi Eli Lilly dihentikan setelah laporan merugikan pasien.

Para ahli, bagaimanapun, merasa bahwa uji coba yang dihentikan menunjukkan bahwa pembuat vaksin sangat berhati-hati.(*)

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Jumlah warga Korsel yang meninggal bertambah usai mendapat vaksin flu.

Sumber Berita / Artikel Asli : bangka.tribunnews.

 

[KLARIFIKASI] Warga Korea Selatan Meninggal Disebut karena Vaksin Covid-19

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

Beredar narasi di media sosial bahwa warga Korea Selatan meninggal dunia setelah menerima vaksin Covid-19.

Narasi tersebut keliru. Hingga Sabtu (31/10/2020), sebanyak 83 orang meninggal dunia di Korea Selatan setelah menerima vaksin flu.

Namun, otoritas kesehatan Korea Selatan menegaskan kematian tersebut tidak berhubungan langsung dengan suntikan vaksin Covid-19.

Narasi yang Beredar

Narasi soal warga Korea Selatan meninggal dunia setelah disuntik vaksin Covid-19 diedarkan, salah satunya, oleh akun Facebook Jon Kobra.

Pada Jumat (30/10/2020) dia menulis status di akun grup Facebook sebagai berikut:

Korsel byk warga nya yg mati setelah di suntik vaksin covid-19″

Status Facebook soal warga Korea Selatan meninggal setelah disuntuk vaksin Covid-19.Facebook Status Facebook soal warga Korea Selatan meninggal setelah disuntuk vaksin Covid-19.

 

Akun Facebook Noer Sam Sanova Abka juga mengedarkan narasi serupa. Pada 22 Oktober 2020 dia menulis status ini:

Satu hari 5 orang meninggal setelah suntik Vaksin Covid19 di Korea Selatan sangat mengejutkan…..

Penjelasan

Narasi di media sosial bahwa warga Korea Selatan meninggal dunia setelah menerima vaksin Covid-19 keliru. Mereka meninggal setelah mendapat vaksin flu.

Berdasarkan artikel Kompas.com, sembilan orang Korea Selatan meninggal dunia per Rabu (21/10/2020) setelah menerima vaksin flu.

Saat itu, pejabat kesehatan Korea Selatan, Komi Joong-gon, mengatakan bahwa kematian sembilan orang tersebut tidak memiliki hubungan langsung dengan vaksinasi flu musiman.

Mengutip kantor berita lokal Yonhap News Agency, badan kesehatan Korea Selatan melaporkan hingga Sabtu (31/10/2020) sebanyak 83 orang meninggal dunia, mayoritas orang tua, setelah menerima vaksin flu. Kematian itu telah memicu kecemasan publik atas keamanan vaksin flu.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menyatakan, kematian 72 orang memiliki hubungan yang sangat terbatas dengan suntikan vaksin flu. Sementara, 11 kasus lain masih diselidiki.

KDCA menjelaskan dari 83 orang yang meninggal dunia, sebanyak 37 orang berusia 70-an tahun. Sebanyak 34 orang berusia 80 tahun atau lebih dari 80 tahun, delapan orang berusia di bawah 60 tahun, dan empat orang berusia 60-an tahun.

KDCA berulang kali menyatakan mereka tidak menemukan hubungan langsung antara suntikan flu dan kematian. Otoritas kesehatan itu mendorong orang untuk mendapatkan vaksin flu sebelum musim dingin datang di tengah pandemi virus corona.

Sejauh ini, lebih dari 11,5 juta warga Korea Selatan menerima vaksin flu dari negara secara gratis. Jumlah itu setara dengan 60,9% dari tingkat vaksinasi untuk sekitar 19 juta orang, termasuk remaja dan warga lanjut usia.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, narasi bahwa warga Korea Selatan meninggal dunia setelah mendapat vaksin Covid-19 tidak tepat.

Mereka meninggal dunia setelah disuntik vaksin flu. Otoritas kesehatan Korea Selatan menegaskan, kematian puluhan orang itu memiliki hubungan terbatas dengan vaksin flu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Kompas

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...