Jokowi Usul Pendidikan Ideologi Sejak PAUD, BPN: Jan Ethes Itu Udah Dididik Pancasila Ya?

281

JAKARTA – Usulan Joko Widodo yang bakal memasukkan pendidikan ideologi Pancasila sejak di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dikritik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Pernyataan itu diungkap calon presiden nomor urut 01 tersebut dalam debat keempat Pilpres 2019 lalu.

Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Jansen Sitindoan mengaku cukup tergelitik dengan pernyataan Jokowi tersebut.

Menurutnya, anak yang masih usia PAUD haruslah dibebaskan untuk bermain, apalagi ‘dicekoki’ hal-hal yang berbau ideologi.

Sebaliknya, yang paling tepat adalah pernyataan Prabowo yang mengusulkan pendidikan ideologi baru masuk jenjang pendidikan TK sampai SMA.

Pendidikan ideologi itu pun harus masuk ke dalam kurikulum bahan ajaran guru.

“Saya punya anak kecil, dan Anak-anak di usia PAUD itu harus dibebaskan bermain,” kata Jansen dalam diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Karena itu ia menilai pendidikan ideologi ala Jokowi itu terlalu berlebihan.

Sebaliknya, ia lantas membandingkan dengan cucu pertama Jokowi, Jan Ethes Srinarendra.

“Saya ingin bertanya, Jan Ethes itu udah dididik pancasila ya? Karena menurut saya terlalu over. Tidak usahlah dicekokin ideologi Pancasila. Biarlah anak itu bebas bermain,” tegasnya.

Sementara itu, Jurubicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga mengatakan bahwa pendidikan pancasila sejak PAUD yang disampaikan Jokowi telah tepat.

Alasanya, Pancasila sejatinya tidak perlu dipahami rumit pada jenjang pendidikan PAUD.

“Pancasila untuk anak kecil itu belajar perbedaan, bahwa ada agama lain, bagaimana berdoa. Ada belajar salat. Itu udah sesuatu belajar mengenai adanya perbedaan,” terang Arya.

Sebagai pendidikan informal, lanjutnya, pada jenjang pendidikan PAUD, anak-anak akan diajarkan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia, termasuk berbagai budaya dan suku bangsa.

“Lebih kepada belajar perbedaan bahwa sukunya berbeda. Belajar makanan, oh makanannya berbeda, itu Pancasila,” pungkasnya.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...