Jokowi Tegas Balas Bambang Widjojanto Soal MK, “Jangan Senang Merendahkan”

522

JAKARTA – Pernyataan Koordinator Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto yang dinilai merendahkan Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya ditanggapi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi menegaskan, merendahkan sebuah institusi negara bukanlah hal yang baik.

Demikian disampaikan Jokowi usai menghadiri buka bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Minggu (26/5/2019).

“Jangan senang merendahkan sebuah institusi. Saya kira tidak baik,” tuturnya.

Jokowi mengaskan, lembaga negara bukan untuk dilecehkan. Keberadaan lembaga negara, lanjutnya, justru untuk membangun kepercayaan publik.

“Apa pun lembaga dibentuk oleh ketatanegaraan kita agar memiliki sebuah trust dari publik,” katanya.

“Jangan sampai direndahkan, dilecehkan seperti itu, pada siapa pun,” tegas orang nomor satu di Indonesia itu.

Untuk diketahui, pernyataan Bambang Widjojanto itu terlontas saat Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi resmi mendaftarkan gugatan sengketa pemilu ke MK, Jumat (24/5) malam lalu.

Mantan komisioner KPK itu mengharapkan MK membuka seluas-luasnya ruang access to justice agar senantiasa publik mengetahui bagaimana keadilan itu ditegakkan.

“Mahkamah Konstitusi akan diuji apakah dia pantas untuk menjadi satu mahkamah yang akan menorehkan legacy dan membangun peradaban kedaulatan rakyat untuk masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar MK tidak hanya sekedar melihat angka-angka dalam fakta persidangan tanpa mengindahkan spirit betapa kecurangan itu benar terjadi.

“Kami mencoba mendorong MK bukan sekadar mahkamah kalkulator yang bersifat numerik, tapi memeriksa betapa kecurangan itu sudah semakin dahsyat,” tegasnya.

Namun yang menjadi sorotan publik adalah pernyataan pria yang akrab disapa BW itu yang menyebut bahwa gugatan BPN Prabowo-Sandi itu akan menjadi ujian bagi MK.

Apakah akan menajdi lembaga peradilan yang membangun peradaban kedaulan di masa mendatang atau justru jadi bagian dari rezim yang korup.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...