Jokowi Tak Bicara Soal Kematian Covid-19, Dosen UIN: Seolah Tidak Pernah Ada, Jangan-jangan…

603
Jokowi

Pidato Kenegaraan yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR pada Senin, 16 Agustus 2021 lalu mendapatkan perhatian dari dosen bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Makyun Subuki.

Sebagaimana diketahui, sepanjang pidatonya, presiden sama sekali tidak menyinggung korban jiwa akibat Covid-19 di Tanah Air.

Padahal jumlah kasus positif serta kematian akibat wabah tersebut sudah sangat besar.

Per Senin, 16 Agustus 2021 terjadi 17.385 penambahan kasus positif Covid-19, pasien sembuh bertambah 29.925 orang, sedangkan pasien meninggal bertambah 1.245 jiwa.

Total kasus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret hingga hari ini mencapai 3.871.738 kasus. Untuk pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 3.381.884 orang. Sedangkan total pasien Covid-19 yang meninggal dunia berjumlah 118.833 orang.

Namun ratusan ribu bahkan akan menyentuh angka 120.000 jiwa yang melayang akibat wabah tersebut sama sekali tidak disinggung oleh Jokowi dalam pidatonya.

“Seolah-olah, itu semua tidak pernah ada. Barangkali, kalau ada seseorang yang telah tertidur selama dua tahun, dan baru bangun ketika dia mendengar pidato ini, sepertinya dia tidak mempercayai jumlah kematian yang diumumkan Kemenkes,” ujar Makyun dikutip melalui situs Nahdlatul Ulama, Selasa, 17 Agustus 2021.

Makyun Subuki kemudian menyindir, apabila pidato Jokowi kemarin dijadikan rujukan untuk menilai pandemi di Indonesia, maka masyarakat akan merasa amat beruntung.

“Mereka mengalami pandemi ini secara positif karena pemerintah sukses mengelolanya dan bermurah hati terhadap rakyatnya,” tuturnya.

t menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR. Twitter /@KSPgoid/ /
Lebih lanjut ia merasa curiga bahwa pidato yang disampaikan Jokowi bukanlah untuk rakyatnya.

“Jangan-jangan, yang diajak bicara memang bukan kita,” sambungnya.

Senada dengan Makyun, anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon juga menilai ada yang kurang dari pernyataan yang disampaikan oleh presiden.

Fadli memberi saran, seharusnya Jokowi meminta maaf dan berduka cita untuk mewakili pemerintah serta negara atas wafatnya hampir 120.000 warga akibat Covid-19.

“Harusnya Presiden @jokowi meminta maaf n turut berduka cita mewakili pemerintah n negara atas wafatnya hampir 120.000 warga bangsa kita akibat pandemi covid-19. Sayang sekali,” ujarnya melalui Twitter @fadlizon Senin, 16 Agustus 2021. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here