Jokowi Sudah Gelontorkan Dana Desa Rp 187 T, Apa Dampaknya?

281
Menteri Desa Eko Putro Sandjojo

Jakarta – Total alokasi dana desa sejak tahun 2015 hingga 2018 sudah mencapai Rp 187,65 triliun. Alokasi dana desa menjadi salah satu kebijakan di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Demikian disampaikan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo dalam acara Blak-blakan dengan detikFinance, Kamis (25/10/2018) kemarin.

“Digelontorkan oleh Pak Jokowi selama hampir 4 tahun ini Rp 187 T,” tutur dia memulai pembicaraan.

Lantas, apa dampak yang sudah terlihat dari penyaluran dana desa tersebut?

“Kalau kita perhatikan 4 tahun ini Pertumbuhan ekonomi di desa cukup baik,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk periode 2005-2006 ini melanjutkan, salah satu dampak yang bisa diukur adalah meningkatkan Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP) pedesaan.

“Kalau kita perhatikan GDP di desa 2014 itu hanya Rp 574 ribu/bulan/kapita sekarang sudah lebih dari Rp 820 ribu/bulan/kapita,” sambung dia.

Bila capaian ini bisa dipertahankan, tambah Eko, ia yakin dalam waktu kurang dari 10 tahun yang akan datang GDP per kapita di desa-desa itu sudah lebih dari Rp 2 juta.

“Kalau itu terjadi berarti desa akan mempunyai income Rp 2 juta/kapita dikali 130 juta orang. Berarti desa akan mempunyai income Rp 260 triliun/bulan,” papar dia.

Meski demikian, tambah pria kelahiran Jakarta, 21 Mei 1965 ini mengatakan, pemerintah belum bisa berpuas diri. Karena, tantangan selanjutnya adalah menciptakan pemerataan.

Tak cukup menurutnya, bila manfaat ekonomi yang dihasilkan tinggi, namun tidak dirasakan semua masyarakat.

“Masih ada sih desa-desa yang belum terlalu bagus. Itu akan kita perhatikan. Tapi secara nasional cukup baik pertumbuhan ekonomi di desa,” tandas dia.

Untuk informasi seputar Kemendes silakan baca di sini. detik

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here