Jokowi Sentil Menteri Pertanian Soal Impor Bawang Putih: Keluhannya Selalu Sama

217
Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak menelepon Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungannya ke Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa 14 Desember 2021.

Hal itu disebabkan terkait kebijakan impor bawang putih yang kerap dilakukan Kementerian Pertanian saat musim panen tiba.

Akibatnya, harga bawang putih dikalangan petani terjun bebas bahkan tak laku dijual.

 

“Pak Menteri, ini saya sedang bersama para petani bawang putih di Temanggung. Keluhan mereka semuanya sama pada saat panen, impor bawang putih justru masuk. Keluhannya selalu itu,” tulisnya dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Facebook Presiden Joko Widodo, Selasa 14 Desember 2021.

Melihat kondisi tersebut, Jokowi pun juga menelepon Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk menyeledaikan masalah tersebut

” Menteri Perdagangan memastikan akan mengirimkan tim untuk mengecek,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statististik, nilai ekspor bawang putih dari Indonesia mencapai 322 ribu dolar Amerika pada 2020. Nilai itu melonjak 487,71% dibandingkan pada 2019 yang sebesar 55 ribu dolar.

Pada 2016, nilai ekspor bawang putih sebesar 83 ribu dolar. Nilainya naik hingga 321,8% menjadi 772 ribu dolar pada 2017.

Nilai ekspor bawang putih sempat anjlog para 2018 lalu yang mencapai 32 ribu dolar dan pada 2019 nilai ekspor bawang putih turun tipis menjadi US$ 26 ribu.

Sekadar diketahui, negara tujuan utama ekspor bawang putih, yaitu Taiwan dengan nilai ekspor mencapai  241,87 ribu dolar atau 140 ton. Singapura menyusul dengan nilai ekspor mencapai  44,14  ribu dolar (18 ton), dan Korea Selatan dengan nilai ekspor mencapai 14,4 ribu dolar (16 ton).

Sedangkan nilai impor bawang putih tercatat sebesar 598,38 juta dolar pada 2020. Angka tersebut naik 9,37% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 547,08 juta dolar. Sementara itu, negara asal utama impor bawang putih adalah Tiongkok dengan nilai imencapai 597 dolar atau 594 ribu ton.

Setelahnya ada Amerika Serikat dengan nilai impor mencapai 1,06 juta dolar (159 ton), dan Thailand dengan nilai impor mencapai 163,51 ribu dolar (100 ton). ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here